Residivis Kambuhan, Pernah Rampok Rumah Anggota Polri

Tersangka RH saat diinstrogasi Kapolres dalam press reallese
Lumajang, Pojok Semeru
Dari instrogasi penyidik Polres Lumajang terhadap pengakuan salah seorang tersangka begal berinisial RH (36) warga Dusun. Sumberpudak, Desa. Karanglo, Kec. Kunir, yang berhasil dilakukan penangkapan oleh Tim Cobra Polres Lumajang beberapa waktu yang lalu, ternyata petugas menemukan fakta baru, selain kerap keluar masuk bui dengan berbagai macam kasus tindak pidana, RH juga sudah beraksi di 9 TKP, selain beraksi dijalanan sebagai begal motor, RH bersama timnya juga kerap melakukan perampokan dari rumah kerumah.

Dari pengakuan tersangka yang disampaikan Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., Rabu (30/1/2019) Pelaku yang menerima 3 tembakan timah panas dikakinya saat ditangkap ini ternyata juga pernah beraksi melakukan perampokan dirumah salah seorang anggota Polri yang berdinas di Polsek Kencong Kab. Jember

"Kejadian itu menurut tersangka sekitar tahun 2013, dan rumah yang disatroni milik AIPTU Kojin anggota Polsek Kencong",Terang Kapolres Lumajang.

Saat menyatroni rumah AIPTU Kojin, RH beraksi bersama 6 orang rekannya, nasi sudah menjadi bubur setelah para perampok ini sudah masuk kerumah targetnya baru nyadar bahwa rumah yang sedang dirampok adalah rumah anggota Polisi karena terlihat seragam yang digantung disalah satu dinding rumahnya serta sepeda motor dinas Polri yang juga terparkir saat itu.

"Katanya sudah terlanjur, sehingga koplotan tersebut berhasil menguras harta milik AIPTU Kojin",Terangnya.

Tersangka RH ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang, setelah membegal korbannya di jalan Umum masuk Dusun Saringan, Desa. Jambearum, Kec. Pasrujambe, kala itu RH bersama rekannya yang hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas.

"Tersangka sudah bolak balik masuk kedalam penjara, kurang lebih sebanyak empat kali, diantaranya kasus perampokan dua kali, pencurian sapi sekali serta sisanya adalah karena mengambil tanaman milik orang lain",Pungkasnya. (bas).
Read more

Polres Lumajang "Glandang" Ibu Rumah Tangga Budak Sabu.

Unit Opsnal Satresnarkoba dipimpin langsung Kasat Res Narkoba Polres Lumajang saat melakukan penangkapan dirumah terlapor RS (34)
Lumajang, Pojok Semeru
Tidak mau kecolongan dan membuang waktu sia-sia, setelah melakukan penyelidikan dalam beberapa waktu sebelumnya, Unit Opsnal Sat Reskoba Polres Lumajang langsung melakukan penyergapan dirumahnya terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial RS (34) warga Dusun. Sumber Tumpuk, RT 24, RW 06, Desa Kalipenggung Kec. Randuagung.

"Tersangka merupakan target kami. sudah kami lidik beberapa hari ini, dan saat kami yakin menguasai sabu, langsung kami tangkap, dan tentunya kasus ini masih akan kami kembangkan jaringannya”, Ujar Kasat Res Narkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito, SH., Minggu (27/1/2019).

Terlapor RS ditangkap petugas, Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 14.40 wib, tidak ada perlawanan saat dilakukan penangkapan terlebih setelah petugas menemukan sejumlah barang bukti 2 poket yang diduga kuat adalah sabu yang masing - masing memiliki berat berbeda 0,11 gram dan 0,23 gram dan uang rupiah senilai 200.000 yang juga diduga hasil penjualan barang haram tersebut.

"Terlapor melanggar pasal 114 subsider 112 undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika",Tegasnya.

Terpisah Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku sabu yang dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Lumajang, selain itu Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat luas untuk mengajak memerangi penggunaan ataupun peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Lumajang.

"Kami sudah komitmen untuk memberantas peredaran Narkoba di Lumajang, dalam kasus ini sudah saya perintahkan untuk membongkar kartel narkoba yang berada di wilayah Lumajang”,Pungkasnya. (bas).
Read more

Berdalih Pasang Tarif Lebih, Janda Bursa Mobil Membayar Dengan Nyawa

Korban Idayati (41) semasa hidup dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa
Lumajang, Pojok Semeru
Akhirnya Polres Jember berhasil mengungkap tabir misteri kematian Idayati (41) warga Rt 01, RW 15, Kelurahan Tompokersan, Kec. Lumajang, setelah di back up oleh Polres Lumajang.
Jenasah Idayati ditemukan dalam keadaan mengenaskan tanpa busana, Senin (21/1/2019) lalu di Pantai Paseban Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kec. Kencong, Kab. Jember, setelah berpamitan keluar rumah pada hari Sabtu (19/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 Wib dengan mengendarai sepeda motor jenis matic miliknya.

Dari pengungkapan kasus pembunuhan ini, ternyata Idayati dibunuh oleh dua pemuda yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembunuh sadis janda bursa mobil oleh Polres Lumajang dan Polres Jember, mirisnya lagi dari salah satu pemuda pelaku, ternyata masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

“Pengungkapan kasus ini berkat kerjasama Tim Cobra Polres Lumajang dan Buser Polres Jember. motifnya masih akan kami dalami”, Ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH., Sabtu (26/1/2019).
Kiri : SF (24) dan NF (15) Pelaku Pembunuh Janda Bursa Mobil

Sementara menurut keterangan dari Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH Kedua tersangka pelaku pembunuh janda beranak tiga ini terjadi diareal makam Sentono (pinggir sungai Bondoyudo) Dusun. Krajan II, Desa. Dawuhan Wetan, Kec. Rowokangkung, yang mana dari hasil instrogasi petugas berdasarkan dari keterangan para pelaku, kejadian pembunuhan tersebut terjadi secara spontan tanpa direncanakan sebelumnya.

"Kami tidak percaya begitu saja, karena kedua pelaku juga mengambil harta yang dibawa korban",Paparnya.

Diketahui kedua pemuda tersangka tersebut berinisial SF, (24) warga Dusun. Krajan II, Rt 21, Rw 6, Desa. Dawuhan Wetan, Kec. Rowokangkung, dan NF (15) warga Dusun. Krajan I, Desa. Dawuhan Wetan, Kec. Rowokangkung, adapun yang menjadi motif pembunuhan tersebut bermula saat SF yang sudah janjian dengan korban untuk berkencan, kemudian SF mengajak NF untuk ikut bersamanya, setelah korban dan para pelaku ketemu ditempat yang sudah disepakati kemudian ketiganya berangkat ketempat TKP terjadinya tragedi naas tersebut yaitu di makam Sentono.

"Pelaku dengan korban sudah janjian untuk berkencan",Tambahnya.

Untuk menuju lokasi yang dijadikan tempat berkencan, SF berboncengan dengan korban mengendarai kendaraan milik korban, sedangkan NF menaiki motor sendiri mengikuti keduanya menuju lokasi kencan, setelah SF berkencan dengan korban terjadilah cek cok soal pembayaran atau tarifnya, menurut keterangan pelaku SF sebelumnya harga sekali kencan dengan korban cuma Rp 50.000, namun untuk kencan kali ini, korban meminta bayaran lebih.

"Pelaku sempat memukul kepala korban dengan tangan kosong dan juga memukul berkali-kali dengan helm milik korban",Tandasnya.

Mengetahui keduanya berantem, NF mendekati keduanya dan saat itu kondisi korban setengah sadar setelah berkali-kali dihajar oleh SF, dengan alasan panik kedua pelaku kemudian menceburkan korban kealiran sungai Bondoyudo yang alirannya menuju laut Paseban, namun sebelum menceburkan korbannya terlebih dahulu, para pelaku ini menguras harta milik korbannya.

"Dalam pengakuanya, Kedua tersangka menerangkan tidak tahu apakah saat dilemparkan ke arah sungai, korban dalam keadaan meninggal dunia atau belum",Tambahnya.

Untuk perhiasan korban masih disimpan dirumah paman SF, sementara untuk kendaraan sepeda motor milik korban dijual oleh keduanya ke wilayah Kab. Situbondo, dari kejadian yang melibatkan pelaku pembunuhan tersebut yang mana salah satu pelakukanya adalah anak dibawah umur, Kapolres Lumajang menyayangkan serta menghimbau kepada masyarakat luas untuk bersama membangun karakter anak sejak dini agar memiliki kepribadian yang bagus.

“Satu hal yang kita sangat sayangkan, salah satu pelaku masih anak dibawah umur. ini membuktikan adanya degradasi moral dilingkungan kita. ini menjadi PR kita bersama untuk membangun karakter dan kepribadian positif sejak usia dini”, Pungkasnya. (bas).
Read more

Reward Gaji Pokok Kapolres Untuk Warga "Perangi Kejahatan"

Kapolres Lumajang saat berikan Gaji Pokoknya kepada warga yang berani berikan informasi tindak kejahatan
Lumajang, Pojok Semeru
Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, SH. S.I.K. MH. MM., sebelumnya pernah berjanji bakal memberikan gaji pokoknya selama sebulan penuh kepada masyarakat yang memberikan informasi ataupun yang berani menangkap terhadap pelaku maling sapi atau pelaku begal motor, yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat Lumajang.

Reward dari Kapolres Lumajang ini terkait penangkapan terhadap residivis pelaku kasus Pencurian Sapi milik Supanji (58) warga Dusun Karangsari Desa Karanganyar, Kec. Yosowilangun, Selasa (22/1/2019) lalu, yang dilakukan oleh pemuda berinisial AZ (22), Warga Dusun Karangpanas, Desa Sukorejo, Kec. Kunir.

Pria beruntung yang mendapatkan reward dari Kapolres adalah Sono (52) tetangga korban pencurian sapi milik Supanji, saat itu Sono yang memergoki kejadian tersebut sempat berteriak untuk meminta bantuan warga yang lain, merasa ada yang memergoki aksinya, AZ sempat kaget dan berusaha melarikan diri namun dalam upaya pelariannya, Sono seorang diri sempat menghadang pelarian dari pelaku pencuri sapi tersebut, karena Sono menghalangi upaya kaburnya sang pencuri,  Sono pun juga menerima bogem mentah dari pelaku pencuri yang ketakutan keburu datang warga yang lain.

"Saat saya hadang, pelaku langsung memukul saya",Ujar Sono sesaat menerima reward dari Kapolres Lumajang.

Tak berselang lama warga dan tim Cobra Polres Lumajang datang untuk melanjutkan perburuannya manangkap pelaku tersebut, hingga tim Cobra harus melumpuhkan pelaku AZ dengan timah panas karena sempat melakukan perlawanan dengan melempari batu kepada warga dan petugas yang hendak melakukan penyergapan terhadap dirinya.

Berawal dari aksi keberanian Sono itulah Kapolres Lumajang memberikan reward dalam bentuk gaji pokoknya selama sebulan penuh kepada warga seperti Sono, karena hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Kapolres kepada masyarakat yang bakal memberikan gaji pokoknya selam sebulan kepada masyarakat yang berani memberikan informasi dan menangkap pelaku pencuri sapi dan begal.

“Terima kasih pak Kapolres Lumajang yang telah memberikan hadiah sayembara ini kepada saya, Meskipun terkena pukulan dari pelaku, saya tidak kapok untuk terus membantu polisi",Janji Sono.

Sementara itu Kapolres Lumajang juga berjanji bakal terus menyerahkan gajinya selama sebulan penuh kepada masyarakat yang lain yang berani memberikan informasi separti yang telah dilakukan Sono.

"Sesuai janji saya, maka gaji saya sebulan penuh sudah saya berikan kepada pak Sono yang telah memberikan informasi terkait kasus ini", Tagasnya.

Lebih jauh Kapolres juga mengatakan bahwa Sayembara serupa juga bakal diberlakukan kepada masyarakat yang lain.

"Saya nyatakan sayembara tidak berhenti disini, silahkan berlomba lomba untuk menangkap para pelaku maling sapi maupun pelaku begal yang berada di wilayah Lumajang” Ucapnya.

Selain itu, pria lulusan Akpol angkatan tahun 1998 ini juga menegaskan kepada masyarakat untuk para peternak sapi agar menggunakan rantai sapi yang sudah teruji kekuatannya, sehingga dengan penggunaan rantai sapi tersebut, selain menyulitkan para pelaku pencuri sapi untuk melakukan pencuriannya, juga sebagai antisipasi agar kasus pencurian serupa tidak mudah terulang kembali. perlu diketahui penggunaan rantai sapi adalah ide kreatifitas dari Kapolres itu sendiri, yang terinspirasi terkait maraknya kasus pencurian sapi di wilayah Lumajang.

“Saya himbau berulang kali kepada warga yang memiliki ternak sapi agar menggunakan rantai untuk menggantikan tali untuk mengikat sapinya. Rantai ini adalah buah pikiran saya dan juga sudah di uji kekuatan nya, sehingga para pelaku akan berpikir dua kali jika akan mencuri sapi yang menggunakan rantai sapi tersebut”,Pungkasnya. (bas).

Read more

Polres Lumajang Bersama Warga Berhasil Tangkap Residivis Curhewan Sapi

AZ (22) saat diglandang ke Mapolres Lumajang
Lumajang, Pojok Kiri
Terbilang cukup nekad aksi pelaku pencurian hewan ternak sapi yang dilakukan oleh pemuda berinisial AZ (22), Warga Dusun Karangpanas, Desa Sukorejo, Kec. Kunir ini, pasalnya Kasus Curhewan yang selama ini kerap terjadi dalam beberapa bulan terakhir, sebenarnya cukup meresahkan masyarakat khususnya bagi peternak sapi, sehingga kasus Curhewan ini menjadi atensi pemerintah khususnya pihak Polres Lumajang untuk memberantasnya.

Pelaku AZ melancarkan aksinya, Selasa (22/1/2019), sekitar pukul 20.30 wib, dengan target Sapi yang dicuri adalah milik Supanji (58) warga Dusun Karangsari Desa Karanganyar, Kec. Yosowilangun, namun aksinya kali ini tak selancar harapannya, AZ kepergok warga saat melakukan pencurian sapi tersebut, tak mau mati konyol AZ langsung kabur dan meninggalkan Sapi buruannya.

"Setelah kepergok, pencurinya langsung kabur masuk ke kebun jeruk milik warga",Ujar Warga Setempat.

Warga terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap pelaku yang sempat kabur, sebagian dari warga juga menghubungi petugas Polsek Yosowilangun dan laporan tersebut juga diteruskan ke Tim Cobra Polres Lumajang.
Sekitar pukul 21.30 wib, salah satu warga setempat mendengar suara yang mencurigakan dibelakang rumahnya kemudian memberitahukan kepada Tim Cobra Polres Lumajang yang saat itu bersama warga tak jauh dari rumah tempat pelaku bersembunyi.

Mengetahui persembunyiannya sudah diketahui oleh warga dan petugas, AZ yang merasa panik karena hendak ditangkap, sempat melakukan perlawanan dengan cara melempari batu kearah warga dan petugas yang hendak melakukan penyergapan, tak mau kecolongan, pelaku untuk melarikan diri, dengan cepat tim Kobra melepas timah panas ke arah kaki pelaku.

"Karena melakukan perlawanan dan hendak kabur, terpaksa saya perintahkan kepada anggota saya untuk melakukan tindakan tegas terukur",Ucap Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban. SH. SIK. MH. MM., Rabu (23/1/2019).

Dari hasil penyidikan petugas diketahui pelaku AZ ini pernah menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2015, dan sudah menjalani Vonis hukuman penjara 1,5 tahun, bukan hanya itu saja Residivis Curhewan ini juga pernah berurusan dengan hukum dengan kasus penganiayaan dan juga sudah menjalani hukumannya.

"Padahal sudah dua kali merasakan terkurung didalam jeruji besi, tetapi Tersangka satu ini masih belum kapok juga",Tambahnya.

Kapolres juga berjanji bakal terus melakukan pengembangan terhadap kasus yang dihadapi AZ, tidak menutup kemungkin sebelum tertangkap dalam aksinya kali ini, pelaku AZ juga melakukan pencurian di TKP lain.

"Kami masih melakukan pendalaman kasus ini, dan akan terus kita kembangkan",Tegasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Pelaku AZ untuk sementara dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman kurungannya kurang lebih 7 tahun.

"Pelaku ini dijerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman 7 tahun penjara",Pungkasnya. (bas).
Read more

Kunjungan Danrem 083/Bdj, Rangkaian Keharmonisan 3 Pilar

Menunjukkan hasil sasaran menembak
Lumajang, Pojok Semeru
Keharmonisan antara TNI, Polri, dan Forkopimda Kab Lumajang, terlihat saat kunjungan Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo ke Battalyon Yonif 527/BY, yang mana Batalyon tersebut merupakan salah satu Batalyon Infanteri dibawah naungan Korem 083/Bdj,Selasa (22/1/2019).

Sederetan kegiatan juga digelar dalam penyambutan kunjungan kerja tersebut, semisal Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Korem 083/Bdj Ny. Anne Sarfitri Bagus Suryadi Tayo yang mengajak seluruh anggota Persit Kartika Candra Kirana Yonif 527/BY untuk menggelar berbagai kegiatan diantaranya senam bersama, lomba senam Meraih Bintang dan senam Gemu Famire, lomba menyanyi dan lomba foto bersama serta penghijauan dengan menanam bibit pohon trembesi di seputar lapangan Batalyon, selain itu juga diadakan ajang unjuk gigi ketangkasan menembak.

Ajang menembak ini hanya sebagai implementasi kedekatan dan bentuk keharmonisan antara TNI dan POLRI serta Forkopimda Lumajang, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM menerangkan bahwa sinergitas TNI dan Polri harus senantiasa terjaga, terlebih dalam rangka mengawal dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sinergitas antara Polri dan TNI tidak akan goyah, Polri dan TNI tetap solid untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia",Tegas Kapolres Lumajang.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Inf Ahmad Fauzy S.E., pihaknya menegaskan untuk terus meningkatkan kekompakan dengan jajaran Polri dan Forkopimda dalam menjaga kekondusifan, dalam memberikan rasa aman dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Lumajang.

"Semua element harus bergandeng tangan untuk kedamaian khususnya untuk Lumajang tercinta",Terangnya.

Sementara orang nomor satu dijajaran Korem 083/Bdj tersebut memberikan penekanan kepada Kakorum dan para Perwira yang menjadi unsur tinggal untuk bertanggungjawab kepada seluruh satuan mulai dari ibu persit maupun kepada Prajurit yang tidak melaksanakan tugas agar turut menjaga nama baik kesatuannya.

"Untuk semuanya agar selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga serta nama baik satuan dengan mengikuti segala aturan yang ada demi menghindari terjadinya pelanggaran",Pungkasnya. (bas).

Read more

Bawa Istri Polisi, Anggota DPRD PKB Dilabrak Istri Dijalan

Cuplikan Video yang sempat Viral
Lumajang, Pojok Semeru
Menyikapi viralnya video berdurasi 30 detik terkait pertengkaran kedua wanita yang berada dalam mobil milik anggota DPRD Kab. Lumajang, diketahui pula bahwa anggota DPRD tersebut berinisial AG yang juga mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil Lumajang-Jember nomor urut 5 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut diakui AG bahwa kedua wanita tersebut adalah Istrinya yang berantem dengan YT istri dari salah satu anggota Polisi yang berdinas di Polsek Padang Polres Lumajang, diceritakan AG bahwa kejadian tersebut bermula ketika dirinya hendak bertemu dengan seseorang pensiunan dari surabaya yang berencana akan berinvestor diKab Lumajang, sehingga dirinya berkeinginan meminjam uang kepada YT.

"Saya hanya akan meminjam uang, namun tiba-tiba istri saya datang dan langsung marah-marah",Ujar AG yang dikonfirmasi via cellularnya, Senin (21/1/2019).
YT istri oknum anggota Polisi yang ribut dengan Istri AG

Lanjutnya AG, juga menjelaskan bahwa pada saat tragedi memalukan tersebut dirinya didalam mobil bukan hanya berdua bersama YT.

"Saat kejadian saya didalam mobil tidak hanya berdua, ada Nanang Kosim yang duduk di kursi tengah",Jlentrehnya.

hal tersebut dibenarkan oleh Nanang Kosim, sebelumnya Nanang Kosim juga menceritakan bahwa dirinya bersama AG hendak menemui orang Mabes yang hendak berinvestor di Kab. Lumajang, namun sayangnya Nanang Kosim tidak melanjutkan ceritanya ketika didesak terkait orang mabes siapa yang hendak berinvestor dikab. Lumajang.

"Ya saya diam saja saat kejadian karena saya pikir itu soal permasalahan keluarga",Terang orang yang mengaku bernama Nanang Kosim.

Sementara itu menurut YK yang sempat di Konfirmasi sejumlah awak media kejadian serupa bukan terjadi sekali ini saja, dulu Istri AG, saat mencari suaminya sempat melabrak YT namun saat dicari bersama ternyata AG sedang rapat, terkait permasalahan yang terjadi viral dalam video, diakui oleh YT, bahwa dirinya sebelum bertemu dengan AG sempat menitipkan mobilnya di RSI Lumajang yang kemudian dijemput oleh AG dengan tujuan mengantarkan AG kepada temannya untuk pinjam uang.

"Awalnya saya beli pulsa dan sebelumya dia (AG), telephone saya mau pinjam uang",Pungkasnya.(bas).
Read more

Janda Bursa Mobil, Tewas Mengenaskan Dipantai Paseban

Idayati semasa hidup dan kondisi jenazah saat ditemukan
Jember, Pojok Semeru
Terkait temuan mayat wanita dalam keadaan telanjang dipesisir pantai paseban, Kab Jember, Senin (21/1/2019), akhirnya terkuak, diketahui korban bernama Idayati (41) warga Rt 01, RW 15, Kelurahan Tompokersan, Kec. Lumajang, Kab. Lumajang.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jember AKP. Yadwivana Jumbo Qontasson, pihaknya menjelaskan bahwa identitas korban sudah dapat dipastikan, karena pihak keluarga sudah mendatangi Puskesmas Kencong guna memastikan bahwa korban adalah pihak keluarganya.

"Keluarganya sudah datang sendiri ke Puskesmas Kencong sekitar pukul 21.00 wib, guna memastikan kejelasan korban",Terangnya.

Sementara itu menurut keterangan Kakak ipar korban, Umbaran (50) atau yang akrab dengan panggilan Gombloh menjelaskan bahwa korban meninggalkan rumah dua hari sebelumnya tepatnya hari Sabtu (19/1/2019) sekitar pukul 20.00 wib.

"Sore harinya Idayati dapat telephone dari temannya",Ujar Umbaran, Selasa (22/1/2019).

Umbaran atau Gombloh tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang sedang telephone kepada adik iparnya tersebut, namun dirinya menceritakan adik iparnya sempat didatangi teman akrabnya yang bernama Evi warga Pulosari Lumajang.

"Sekitar pukul 17.30 wib Evi pamit pulang dan Idayati langsung mandi",Tambahnya.

Idayati kesehariannya membuka warung di embong kembar lumajang dan terkadang mengikuti event-event bursa mobil, dikatakan pula sudah sepuluh harian Idayati tidak berjualan.

"Warungnya sudah tidak buka sepuluh harian".Paparnya.

Korban keluar dari rumah, dua hari sebelum ditemukannya dalam kondisi sudah tidak bernyawa dipantai Paseban Kencong Jember, dikatakan pula setiap korban keluar rumah tidak pernah sampai bermalam, namun kepergian kali ini sempat menjadikan kekawatiran keluarga.

"Malam itu Idayati Hpnya tidak bisa dihubungi, bahkan kami juga mendatangi Evi temannya untuk menghubunginya, namun juga tidak bisa menyambung",Jlentrehnya.

Idayati sudah menjanda lebih dari 4 tahun dari hubungan dengan suaminya Idayati mempunyai 3 orang anak yang masih kecil-kecil, dan saat ini Idayati juga menghidupi biaya dari anak-anaknya dengan berjualan nasi bungkus dan kopi di embong kembar Lumajang, keterangan dari keluarg juga menjelaskan bahwa Idayati keluar dari rumah dengan mengendarai kendaraan motor matic jenis mio soul bernopol N 4888 FY, kalung dengan bandul huruf Y, dan dua cincin yang dipakai dijarinya.

"Yang ditemukan hanya satu cincin yang dikenakan",Paparnya.

Pihak keluraga juga berharap Polisi mampu mengungkap dari kejadian yang menimpa kematian dari Idayati

Sedangkan informasi dari rekannya yang bernama Mahmud (45) warga Lumajang terkhir bertemu dengan Idayati pada hari Kamis dua hari sebelum kejadian tersebut, saat itu terang Mahmud Idayati sempat mengeluh mau pinjam uang untuk modal membuka usaha warungnya.

"Waktu itu, sempat mengeluh mau pinjam uang untuk modal buka warungnya".Pungkasnya. (bas).
Read more

Antisipasi Sejak Dini, Rantai Sapi Solusi Pencurian Maling Sapi

penyerahan sapi milik Slamet yang sempat hilang
Lumajang, Pojok Semeru
Slamet (35) Peternak Sapi warga Dusun. Kebonan Rt 09 Rw 05, Desa. Condro, Kec. Pasirian, merasa lega setelah sapi peliharaannya yang sebelumnya dinyatakan hilang karena sudah tidak lagi berada didalam kandangnya ditemukan kembali setelah melakukan pencarian bersama warga dan jajaran Polsek Pasirian.

Bermula dari kecurigaan Slamet pada Sabtu (19/1/2018) dini hari sekitar pukul 2.00 wib terhadap sapi betina miliknya, Slamet sempat kaget karena pada waktu itu sapi yang dipeliharanya selama ini ternyata sudah raib dan tidak lagi berada dalam kandangnya, Slamet beserta sejumlah tetangga sempat melakukan penelusuran berharap sapi kesayangannya dapat ditemukan kembali, namun hingga pukul 06.00 wib Sapi tersebut tak kunjung ditemukan, tidak mau putus asa Slamet kemudian melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada Kasun setempat dan diteruskan Kepolsek Pasirian.

"Setelah mendapat laporan dari perangkat desa Condro, anggota kami langsung melakukan pencarian bersama warga dan bhabinsa setempat",Terang Kapolsek Pasirian, AKP. Zainul Arifin, SH., Minggu (20/1/2018).

Setelah pencarian dilakukan secara serentak, selang beberapa jam kemudian Sapi dengan ciri-ciri yang sama seperti yang disebutkan Slamet ternyata ditemukan berada di daerah dusun Timur Curah Desa Bago Kec. Pasirian yang jarak lokasi kandang dengan ditemuankannya posisi keberadaan sapi sekitar 3 KM.

"Alhamdulillah Sapi yang dimaksud berhasil ditemukan di daerah desa Bago, dan langsung kami serahkan kepada korban",Terangnya.

Dari kejadian tersebut Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban. SH, S.I.K, MH, MM., juga menghimbau kepada para peternak sapi agar bisa lebih berhati-hati dan mengantisipasi sejak dini, untuk penggagalan pencurian hewan (Curhewan) terlebih terhadap dengan pencurian Sapi, oleh sebab itu dalam minggu terakhir Kapolres beserta jajarannya sudah mensosialisasikan penggunaan rantai sapi agar terhindar menjadi korban pencurian sapi.

"Lagi lagi saya harus menghimbau berulang kali kepada warga agar menggunakan rantai sapi sebagai antisipasi agar tidak menjadi korban Curhewan",Tegasnya.

Lanjutnya, dari hasil pendataan selama beberapa bulan terakhir sudah terjadi kasus Curhewan khususnya pencurian Sapi yang mencapai puluhan kali, berdasarkan dari sanalah, Kapolres beserta jajarannya berinisiatif melakukan gagasan yang cukup inovatif, dengan sistem 3 lapis pengamanan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi pencurian Sapi.

"Kami sudah sering mengedukasikan salah satu progam yang sudah kami gagas kepada masyarakat yaitu dalam penggunaan rantai sapi beserta komunitasnya, selain itu dengan membangun Ganster, dan pembentukan Satgas Keamanan Desa",Pungkasnya.

Diharapkan pula dengan menjalankan tiga lapis program pengamanan tersebut, pihaknya yakin bakal mampu menggagalkan aksi kasus Curhewan ternak Sapi di wilayah Kab. Lumajang.(bas).

Read more

Diduga "Embat" Hasil Tarikan Portal, Warga Blokade Jalan.

Jajaran Forkopimda saat melakukan survey jalan alternatif tambang
Lumajang, Pojok Semeru
Guna meredam amarah warga dusun Sidomoro Desa Kalibendo Kec. Pasirian, yang kemudian aksi serupa disusul oleh warga dusun Urang Gantung Desa Jarit kec. Candipuro yang selama ini menerima dampak negatif dari lalu lalang kendaraan bertonase berat hasil tambang mineral bukan logam dan batuan yang setiap harinya mencapai ratusan kali, tentu hal tersebut manjadikan warga memblokade jalan desa tersebut yang dijadikan akses tambang dari lokasi tambang di Desa Jugosari Kec. Candipuro.

Meski sebelumnya sudah menjadi komitmen bersama, selama pembuatan jalan alternatif tambang dikerjakan dengan kurun waktu 1 bulan 1 minggu, kendaraan bermuatan hasil tambang boleh melewati kedua dusun dan kedua desa tersebut tentunya dengan catatan hingga masa tenggang waktu yang disepakati dalam pembuatan jalan alternatif ada kesepakatan baru untuk tambahan waktu.

Namun, Kamis (17/1/2019) warga Dusun Sudimoro kembali memblokade jalan desa yang dilewati kendaraan bermuatan hasil tambang, pasalnya meski dalam komitmen bersama yang dibuat tanggal 6 Desember 2018 lalu, dalam salah satu point yang disepakati bersama menjelaskan bahwa tiap desa yang dilewati kendaraan tambang dilarang menarik portal, namun blokade warga kali ini ternyata juga dipicu oleh rasa kecewa warga dengan hasil tarikan portal tambang yang dinilai tidak sesuai dengan hitungan kendaraan yang lewat.

"Kapan hari pak Sonto yang menarik portal selama 3 hari saja menadapat 7 juta, dan tiap RT mendapat 1 juta lebih",Ujar Kasun Sudimoro Abd.Kholiq, Sabtu (19/1/2019)

Sedangkan menurut warga yang melarang namanya disebutkan, mengatakan tarikan portal didusun Sudimoro selama sebulan tiap RT hanya mendapat bagian kurang dari 4 juta, dan tarikan untuk yang 7 hari tidak ada pembagian, sementara tarikan yang dilakukan oleh pengurus lain, hanya dengan waktu 3 hari saja sudah mendapat 7 juta.

"Mendingan tidak ada tarikan portal kalau hanya untuk memperkaya segelintir orang saja",Tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya konflik Horizontal, antara penambang dengan warga, Jumat (18/1/2019), jajaran Forkopimda bertandang kelokasi penutupan jalan desa yang dijadikan akses bermuatan hasil tambang, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq meminta warga untuk tetap bersabar karena jalan alternatif tambang masih dikerjakan.

"Dimohon bersabar, jalan sejauh 8 Km sedang dikerjakan dan sudah berjalan 4.5 km kurang 3.5 km lagi dan setelah ini warga sekalian selamanya tidak akan terganggu oleh kegiatan penambangan", Terang Bupati Lumajang yang akrab dengan panggilan Cak Thoriq.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, SH. S.I.K. MM. MH., pihaknya menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi cukup komplek sehingga selama pengerjaan jalan alternatif tambang, pihaknya berharap warga tetap bersabar hingga pengerjaan proyek tersebut rampung.

"Jalur ini akan menjadi jalur tetap dan jauh dari pemukiman warga, sehingga kegiatan penambangan tidak memberikan dampak negatif pada warga sekitar, karena armada truck pasir nantinya tidak melalui pemukiman warga",Tegasnya.

Masih menurutnya, selama pengerjaan jalan alternatif tambang yang diperkirakan selesai selama 3 mingguan lagi, pihaknya bakal menerjunkan satu pleton anggotanya untuk pengamanan sebagai antisipasi terjadinya konflik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Akan saya turunkan 1 pleton anggota kami, untuk pengamanan disini, saya mohon kepada warga untuk bersabar sedikit lagi, setelah itu selamanya warga sekalian tidak akan terganggu oleh dampak kegiatan penambangan pasir",Pungkasnya. (bas).
Read more

Tangkap Pengedar Shabu, Residivis Kambuhan Bakal "Membusuk" Dipenjara

HS saat diamankan petugas unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang
Lumajang, Pojok Semeru. 
Dalam pemberantasan narkoba, jajaran polres Lumajang nampaknya enggan untuk melakukan pembiaran, terbukti, Selasa (15/1/2019), sekitar pukul 22.05 wib, Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil menggagalkan rencana transaksi penjualan narkoba jenis Shabu.

Pria Warga Dusun. Krajan Rt. 002 Rw. 002 Desa Ranu Pakis Kec. Klakah berinisial HS (34) ini tak bisa berbuat banyak saat petugas melakukan penyergapan terhadap dirinya di perempatan trafigligth desa Jarit Kec. Candipuro saat hendak melakukan transaksi penjualan yang diduga kuat adalah Shabu dengan berat 10.47 gram.

"Terlapor berhasil diamankan, unit kami ketika hendak bertransaksi di perempatan Desa Jarit",Ucap KBO Satresnarkoba Polres Lumajang, IPTU Haryono.,Kamis (17/1/2018).

Dari hasil penyelidikan Polres Lumajang, ternyata HS ini adalah residivis dengan kasus yang sama, dan sudah pernah menjalani hukuman penjara di lapas IIB Lumajang.

"Terlapor ini baru beberapa bulan lalu keluar dari lapas dengan kasus yang sama",Terang Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito.SH.,

Sementara Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM., menyayangkan terkait perbuatan terlapor HS, pihaknya mengatakan bukannya malah jera setelah menjalani hukuman penjara selama 2.8 Tahun, namun Kapolres ini berjanji akan memberantas para pengedar lain yang sengaja hendak merusak generasi bangsa ini.

"Bukannya sadar dari pengguna, malah menjadi pengedar. Kami akan terus mengembangkan kasus berikut guna mengungkap jaringan peredaran Narkotika dan pelaku pelaku lainnya”. Pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya HS dipastikan dengan kasus kali ini cukup lama berada dibalik jeruji besi, karena penyidik Polres Lumajang menilai terlapor melanggar Pasal 114 (1) Sub 112 (1) Jo. 127 (1) UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika pidana penjara paling singkat 6 (enam)tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).(bas).
Read more

Enggan Bayar Pajak Ganda, APRI Minta Ketegasan Bupati

Divisi Hukum DPC APRI Lumajang, Dummy Hidayat,SH., 
Lumajang, Pojok Semeru
Bermula dari tunggakan retribusi pajak para perusahaan atau perorangan tambang mineral bukan logam dan batuan pemilik Ijin Usaha Penambangan Oprasi Produksi (IUP OP) yang selama setahun terakhir tunggakan pajak yang belum terbayar mencapai hingga milyaran rupiah, ternyata kondisi demikian disebabkan oleh bentuk sikap protes para penambang yang memang sengaja tidak mau melanjutkan membayar retribusi pajak kepada pemerintah daerah, pasalnya melalui Divisi Hukum DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang, Dummy Hidayat SH., menjelaskan bahwa retribusi pajak yang selama ini dibayarkan oleh para penambang terkesan ganda, artinya dengan objek pasir dan batuan hasil tambang yang sama retribusi pajaknya membayar kepada PT Mutiara Halim (MH) dan Pemkab Lumajang melalui Badan Pajak dan retribusi daerah (BPRD) Kab. Lumajang.

"Kami bukan tidak tertib pajak, namun kami hanya butuh ketegasan dari pemkab Lumajang, bahwa pajak yang harus kami bayarkan itu kepada PT MH atau kepada BPRD",Ujarnya, Selasa (15/1/2019).

Hal demikian sudah dipertanyakan oleh DPC APRI Kab Lumajang melalui berkirim surat kepada Bupati Lumajang tertanggal 15 November 2018 lalu, perihal keberatan pengenaan pajak ganda atas satu objek pasir dan batu hasil tambang yang sama oleh Pemda, meskipun surat keberatan tersebut sudah dibalas dan dijawab oleh Bupati Lumajang melalui surat tertanggal bulan Desember 2018, namun jawaban dari Bupati tersebut masih dinilai oleh APRI kurang memuaskan.

"Menurut surat balasan Bupati di poin C menjelaskan bahwa PT MH melakukan pemungutan atas jasa timbang hasil eksploitasi galian C pasir bangunan berdasarkan KSO Nomor 16 tahun 2005 tentang KSO antara pemkab lumajang dengan PT MH",Tambahnya.

Sementara Dummy menegaskan berdasarkan informasi yang bersumber dari Direktori putusan MA, menjelaskan KSO No 16 Tahun 2005 adalah penyempurnaan isi dari KSO No 8 Tahun 2004, bukan mencabut atau mengakhiri dari KSO sebelumnya.

"PT MH diberi hak memungut hasil eksploitasi bahan galian C di Kab. Lumajang dengan sistem menimbang bukan pemungutan jasa timbang seperti jawaban dari surat Bupati",Terangnya.

Masih menurutnya, Poin selanjutnya dari isi KSO No 16 tahun 2005 menjelaskan bahwa PT MH menyerahkan kepada pemkab Lumajang pemungutan hasil eksploitasi bahan galian golongan C pada tahun 2006 sebesar Rp 1.150.000.000, dan masa berlaku KSO tersebut berlaku selama 19 tahun terhitung sejak 1 Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2024.

"Dari sumber Direktori MA sudah jelas bahwa KSO No 16 tahun 2005 merupakan kelanjutan atau saling berkaitan atau bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian KSO No 8 tahun 2004",Pungkasnya. (bas).
Read more

Wabup Ancam "Cabut" Ijin Tambang Tak Tertib Pajak

Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati (kiri) 
Lumajang, Pojok Semeru
Tunggakan pajak perusahaan tambang pasir nakal yang berada dikab. Lumajang terancam dicabut perijinannya, pasalnya Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati bakal berkirim surat ke perijinan ESDM jawa timur guna melakukan peninjauan ulang IUP OP yang telah diterbitkan untuk para pengusaha tambang yang menunggak pajaknya.

"Kita akan berkirim surat ke kantor perijinan ESDM Jatim untuk melakukan peninjauan ulang",Ujar Wabup, Selasa (15/1/2019).

Disinggung persoalan keterlambatan pembayaran pajak yang seharusnya dibayarkan oleh pengusaha tambang, Indah dengan degas mengatakan persoalan tersebut dikarenakan oknum penambangnya yang nakal dan enggan untuk membayar pajak.

"Itu hanya penambangnya yang nakal, tidak ada ceritanya penambang pasir tidak dapat uang, dan itu ada sanksi pidanya",Clotehnya.

Dari data yang ada, sederetan nama dan perusahaan tambang pasir dan batuan dikab. Lumajang, yang memiliki tunggakan pajak atau pajak yang belum dibayarkan tertanggal 31 Januari sampai 31 Desember 2018 adalah Sujatmiko (LJS) Rp. 618.525.000, CV. Nur Mubaroq Rp. 192.493.750, Mutiara Pasir (Munjin) Rp. 158.937.500, Maman Suparman Rp. 126.356.250, itu adalah nama perusahaan dan perorangan pengusaha tambang yang memiliki tunggakan tertinggi, sehingga total dari keseluruhan penambang yang belum membayar pajak per tahun 2018 mencapai Rp. 1.458.638.000.

"Pajak yang belum dibayarkan oleh pengusaha tambang mencapai satu milyar rupiah lebih",Tegasnya.

Sementara itu menurut Kabag Penagihan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kab. Lumajang, Yekti Surtini, menegaskan pihaknya sudah berkirim surat penagihan kepada para pihak penambang yang sejauh ini memiliki tunggakan pajak yang belum terbayarkan, selain itu Yekti juga menjelaskan ada 24 penambang yang belum melunasi pajaknya dari jumlah keseluruhan 44 perusahaan tambang.

"Total penambang yang memiliki ijin tambang sebanyak 44, dan 24 diantaranya yang belum lunas pajaknya",Pungkasnya. (bas).
Read more

Kapolres Lumajang Terus Berinovasi Cegah Kasus Curhewan

Kapolres Lumajang (Tengah) bersama jajaran Kapolsek saat menunjukkan penggunaan rantai sapi
Lumajang, Pojok Semeru
Pencurian hewan ternak semisal Sapi, sebenarnya bukan hanya ada dikab. Lumajang, namun meski demikian Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, SH. SIK. MM. MH., berharap kondisi keamanan di kab. Lumajang terantisipasi sejak dini dari gangguan Kamtibmas, semisal dengan inovasi terobosan rantai sapi. Hal tersebut disampaikan olehnya, Senin (14/1/2019), saat apel pagi di halaman Mapolres Lumajang, dalam apel pagi tersebut Kapolres meminta seluruh Kapolsek dijajaran Polres Lumajang untuk membawa rantai sapi yang sebelumnya sudah disosialisasikan terlebih dahulu, tentunya sebagai bukti kesiapan jajaran Polsek dalam bentuk antisipasi pengamanan khususnya terkait kasus pencurian sapi.

"Kapolsek wajib membawa rantai sapi yang sudah kami sosialisasikan terlebih dahulu, artinya itu bentuk kesiapan jajaran Polsek untuk mengamankan daerahnya masing-masing",Tegas Kapolres Lumajang.

Selain itu, Kapolres juga menekankan dalam pembentukan dan sekaligus mengukuhan komunitas rantai sapi ditiap daerah dibawah jajaran Polsek, adapun yang menjadi tujuan dari komunitas tersebut adalah agar lebih mudah dalam mensosialisasikan penggunaan rantai sapi, serta pihaknya berharap dengan adanya komunitas mampu untuk berinovasi untuk pengembangan penggunaan rantai sapi yang lebih efektif dan efisien.

"Komunitas ini sebagai wadah mengenalkan program penggunaan rantai sapi, termasuk wadah bertukar pikiran para pemilik sapi dalam upaya mengamankan hewan ternaknya",Tambahnya.

Tentunya program rantai sapi ini kelanjutan dari program Garasi Ternak (Gaster) yang mana kandang Gaster ini adalah hewan ternak yang dijadikan satu dalam tiap dusunnya, selain itu nantinya bakal dilakukan penjagaan oleh Satgas keamanan desa.

"Kami berharap inovasi keamanan ini dapat meminimalisir gangguan Kamtibmas khususnya kasus pencurian sapi",Harapnya.

Terpisah, Kades Pasirian Ir. Sugeng sangat mengapresiasi inovasi terobosan dari Kapolres Lumajang, tentang bentuk antisipasi terhadap teror pencurian sapi kepada pemilik hewan ternak yang selama ini menjadi momok.

"Program bagus ini tentunya sangat kami apresiasi sebagai upaya meminimalisir kejahatan ditingkat bawah",Pungkasnya. (bas).
Read more

"Bandel" Penambang Pasir Illegal, Hutan Negara "Rusak"

Lokasi tambang illegal milik Sutrisno
Lumajang, Pojok Semeru
Sepertinya UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan, tak mampu membuat ketakutan para pelaku tambang mineral dan batuan bukan logam yang melakukan aktifitas tambangnya di dalam kawasan hutan negara tanpa mengantongi ijin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Tentunya efek jera tidak akan terjadi kepada para pelaku tambang yang terus menerus meraup keuntungan dari kawasan hutan negara dengan merusak dan membuat alih fungsi hutan negara seenaknya tanpa ada tindakan tegas dari penegak hukum dan dinas terkait.

Pemandangan miris ini bisa disaksikan dilokasi tambang yang diklaim milik Sutrisno dengan alamat lokasi tambang diDesa Sumberurip Kec. Pronojiwo, Petak 4e RPH Sumberowo, BKPH Pronojiwo, nampak terlihat kerusakan hutan yang banyak ditumbuhi pohon Vinus itu rusak dan beralih fungsi menjadi lokasi tambang yang miris.

Sutrisno alias Mujari yang sempat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2018), mengatakan bahwa pihaknya selama ini bekerja sama dengan OJM perusahaan dari Kab. Jember yang mendatangkan alat berat atau Beckhoe 2 unit untuk exploitasi pertambangannya, disinggung bahwa lokasi pertambangan yang dilakukan diluar dari titik koordinat serta aktifitas pertambangannya merusak hutan negara, Mujari mengatakan bahwa bukan hanya dirinya saja yang melakukan perusakan hutan dengan alasan menambang.

"Pertambangan dikawasan hutan bukan saya saja, kalau mau ditertibkan semua harus dilakukan biar adil",Cercah Mujari.

Dari pernyataan Mujari dapat dipastikan bahwa lemahnya pemerintahan ini dalam menertibkan tambang liar, yang merusak ekosistem alam, selain tambang milik Mujari hal serupa juga terjadi dilokasi tambang yang dikelola oleh CV Ratna Basmallah, yang bertempat di desa oro-oro Ombo Kec. Pronojiwo Petak 4d dan 4e RPH Sumberowo, BKPH Pronojiwo, namun sayang saat hendak dikonfirmasi pihak pengelola Ali Surahman warga dusun sumber petung, desa Oro - oro ombo Kec. Pronojiwo saat dihubungi via cellularnya sedang ada kegiatan diluar.

Sementara pihak perum perhutani Asper Pronojiwo Subur, saat dikonfirmasi dirumahnya, Minggu (13/1/2019) pihaknya tidak kurang - kurang untuk memperingatkan para penambang yang melakukan pertambangan di kawasan hutan negara untuk segera meminta ijin kepada menteri LHK sebelum melakukan aktifitas tambang illegal, namun peringatan itu seolah dijadikan angin lalu saja.

"Dulu pernah kita lakukan oprasi dengan Waka perhutani yang lama, namun selang beberapa waktu kami mendapat informasi para penambang membandel dan menambang lagi",Pungkasnya. (bas).
Read more

Stockphile "Liar" Ancaman Berat Kebocoran PAD

Sidak Bupati dan Kapolres kepada Stockphile "Bodong" 
Lumajang, pojoksemeru.com
Dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari retribusi pajak pasir bukan hanya terletak pada lokasi tambang illegal, ternyata seluruh Stockphile yang berada di Kab. Lumajang hampir semuanya tidak berijin, hal tersebut diketahui setelah Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML bersama Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.IK., M.M., M.H., melakukan Inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (9/1/2019) disejumlah Stockphile yang berada disepanjang jalan raya tempeh sampai pasirian diketahui tidak berijin alias bodong, kondisi demikian tetap saja Stockphile yang diduga bodong ini masih saja beroprasi secara terang -terangan.

Semisal sidak yang dilakukan di Stockphile yang katanya bernaung di PT. Vivamas Adipratama, yang berkedudukan di Jalan Tanah Abang II No. 119 Kelurahan Cideng Kecamatan Gambir Kota, Jakarta Pusat, dengan nama dirut Adrian Umbara, Stockphile yang sudah beroprasi hampir setahun ini bertempat di desa Lempeni Kec. Tempeh, namun saat sidak Bupati dan Kapolres mempertanyakan perijinan dari usaha tempat penimbunan pasirnya, pihak management tidak mampu menunjukkan bukti legal formal dari perijinan yang diminta.

"Perijinannya masih dalam proses pak",Kata pekerja Stockphile tersebut.

Disinggung soal kemiripan nama Ryan dengan nama pengusaha pasir yang berinisial R yang disebut-sebut sebagai pria hidung belanh yang bersama Vanessa Angel ketika digerebek Polda Jatim beberapa hari lalu, anak buah Adrian Umbara menyangkal bahwa inisial R itu adalah bos mereka.

"Bukan pak, Pak Adrian ada di Jakarta," kilahnya.

Sidak kali ini juga dilanjutkan ke lokasi Stockphile milik PT Pasirindo Perkasa yang dibawah pertanggung jawaban dari CV Andromeda First Mining, Stockphile yang bertempat di diwilayah Desa Madurejo Kec. Pasirian ini juga tak mampu menunjukkan document perijinannya, sempat Bupati menanyakan Surat keterangan Asal Barang (SKAB) terkait menggunungnya pasir yang menumpuk di Stockphile tersebut, demikian juga karyawan yang jaga malah menunjukkan SKAB dengan tanggal pengiriman beberapa minggu lalu.

"Kok bisa, SKAB yang hari ini mana, wong pasirnya aja masih basah, bahkan bekas kendaraannya aja masih jelas",Semprot Bupati.

Usai melaksanakan sidak Bupati menyampaikan bakal menutup semua kegiatan Stockphile yang dinilainya bodong atau yang tidak memiliki perijinan.

"Tadi sudah saya minta untuk tutup, saya bekerjasama dengan pihak polres untuk melakukan langkah-langkah teknis karena saya ketahui dilapangan tadi ada stock phile yang proses pengurusan izinnya tidak lengkap dan seharusnya tidak boleh beroperasi" Tegas Bupati.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.IK., M.M., M.H.,pihaknya bakal melakukan penutupan untuk Stockphile yang tidak bisa menunjukkan bukti documen perijinannya untuk beroprasi, bukan itu saja Kapolres juga bakal melakukan oprasi bagi kendaraan pengangkut Pasir yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan maupun surat jalan.

"Kami sepakat untuk melakukan penutupan Stockphile yang tidak berijin untuk ditutup sampai perijinannya diurus, nanti kita lihatlah kalau pantas di police line kita police line, tapi yang pasti ditutuplah" Pungkasnya.(bas).

Read more

Kadis Koprasi dan Mikro Siap Menerima Sanksi Jika Dinyatakan Bersalah.

Lumajang, Pojoksemeru.com
Ternyata aksi pemukulan pejabat eselon II terhadap sopirnya yang sempat ramai dalam pemberitaan di media massa beberapa hari ini ternyata tidak dielak oleh Kepala Dinas Koprasi dan Usaha Mikro Kab. Lumajang, Abdul Majid, pihaknya mengakui sempat memukul sopirnya ketika mobil yang dikendarai membahayakan dan rawan kecelakaan. 

"Memang saya pukul, tapi bukan memukul seperti sedang meninju orang, sempat saya tepuk pundaknya ketika mobil yang dikendarai sopir saya sangat membahayakan",Ucap Abd Majid saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (7/1/2019).

Abdul Majid, Pihaknya trauma atas kejadian yang pernah dialami istrinya beberapa tahun lalu yang mengalami kecelakaan terseret tronton karena kelalaian seorang sopir. 

"Saya trauma, karena dulu istri saya pernah jadi korban kecelakaan akibat keteledoran seorang sopir",Terangnya.

Abd. Majid Kadis Koperasi dan Mikro Kab. Lumajang, (7/1)


Selain itu, dirinya kemarin, Senin (6/1/2019) sudah dipanggil Inspektorat untuk mengklarivikasi kejadian tersebut, dan pihaknya sudah menceritakan semua kronologis yang terjadi, selain ini Abd. Majid siap menerima konsekwensi jika sikap yang dilakukan terhadap sopirnya dinyatakan bersalah. 

"Saya siap dengan sanksi yang harus saya terima ketika sikap saya dinyatakan bersalah",Tegasnya. 

Sementara itu Abdul Halim sopir yang dimaksud juga sempat dikonfirmasi sempat kaget atas kejadian yang menimpa dirinya bisa sampai kepada Bupati, namun pihaknya berkelit jika dirinya yang melaporkan, diakui pula bahwa pemukulan itu tidak sering terjadi seperti yang ramai diberitakan.

"Saya tidak pernah lapor pak Bupati, gak tahu mas kok bisa ramai ya",Ucapnya. 

Selain itu diakui pemukulan yang dimaksut bukan hanya menabok pundak ketika kendaraan yang didrivernya membahayakan atau rawan dengan kecelakaan. 

"Ya cuma diingatkan saja, mungkin karena dinilai bahaya",Pungkasnya. (bas).


Read more

Kerap Diperlakukan Kasar, Sopir Tenaga Kontrak Laporkan Oknum Kepala Dinas Ke Bupati

Lumajang, Pojoksemeru.com
Perlakukan kasar mulai dari ucapan kotor, hingga pemukulan yang kerap diterima oleh sopir tenaga kontrak yang bekerja pada salah satu dinas di lingkungan pemerintah Kab. Lumajang menjadikan dirinya gerah dan tidak tahan lagi, berkat masukan dan dorongan para sopir-sopir yang lain, akhirnya oknum sopir yang menjadi korban bulan-bulanan kemarahan majikannya melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati. 

“Ada pengaduan beberapa hari yang lalu, yang ditujukan kepada bupati dan saya, terkait perlakuan seorang kepala dinas eselon II yang sering malakukan kekerasan. Sering berarti tidak satu kali,” kata Wabup Indah pada wartawan, Senin (7/1/2019).

Meski Wabup tidak menyebutkan nama dan identitas sopir yang menjadi korban, namun pihaknya menegaskan perbuatan arogan itu tidak pantas dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara(ASN), terlebih jabatannya eselon II atau biasa yang dijabat oleh kepala dinas. 

Bupati dan Wabup Lumajang sesaat setelah pelantikan PJ Sekda
“Saya tidak tahu memukulnya itu batasannya bagaimana, tetapi apapun itu tidak pantas dilakukan oleh pejabat eselon 2. Walaupun tidak berbekas, itu karakter dan emosional yang tidak boleh dimiliki pejabat setingkat eselon 2 atau yang lain,” Tegasnya usai pelantikan Pj Sekda.

Meskipun tidak mudah untuk menyelesaikan kasus tersebut karena terbentur beberapa aturan, namun Wabup berjanji bakal menyelesaikan perkara ini secepat mungkin. 

“Tidak lama dan segera. Pemeriksaan juga tidak lama. perkara Ini tidak butuh hal yang rumit,” katanya. 

Nantinya, masih menurut beliau, jika terbukti Oknum Kepala Dinas yang dimaksut terbukti seperti laporan Sopirnya, tentunya bakal ada sanksi yang berat sebagai konsekwensi yang harus diterima oleh oknum kepala dinas tersebut.

“Sanksinya berat, karena ini berkaitan dengan karakter ASN,” pungkasnya.

Sedangkan dari informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, aksi kekerasan yang dilakukan oleh pejabat eselon II tersebut berinisial AM dan Sopir yang menjadi korban pelampiasan amarahnya berinisial AH, guna memastikan kebenaran informasi tersebut, AM yang dihubungi via cellularnya untuk dikonfirmasi ternyata tidak menjawab atau mengangkat telephone genggamnya. (bas).
Read more

Kisah "Tragis" Alwi Anak Hilang Yang Ditemukan



Lumajang, POJOKSEMERU.COM - Setelah dilaporkan hilang dalam beberapa minggu sebelumnya M. Alwi Candra (12) Warga Dusun Karangsukup Desa Kunir Kidul, Kec. Kunir, akhirnya ditemukan disalah satu Tempat Kost disekitaran Kel. Karangpoh Kec Tandes, Kota Surabaya.

M. Alwi Candra meninggalkan rumah sejak Senin (31/12/2018), awalnya hanya berpamitan kerumah temannya disekitaran Desa Kunir Kidul, namun hingga petang hari tak kunjung pulang, sehingga Eko Ayah kandung Alwi bersama Pamannya H. Milu melaporkan kejadian tersebut Kepolsek Kunir, setelah laporan dari Eko dan H. Milu diterima oleh Polsek Kunir kemudian dibuatkanlah gambar meme anak hilang dan disebar luaskan melalui akun media sosial seperti Facebook (FB) dan Whatsapp.

Tepatnya pada hari Sabtu (5/1/2019), sekitar pukul 19.00 wib, Kapolsek Kunir AKP. H. Khusaini, SH.,menerima telephone dari warga surabaya yang mengaku bernama Indri Atanti (32) yang mana pihaknya mengetahui keberadaan M. Alwi Candra yang dinyatakan hilang, Indri Atanti mengetahui bahwa Alwi dalam pencarian setelah pihaknya mengetahui dari Dina tetangga kost yang dalam akun FBnya pertemanan dengan akun milik warga Lumajang.

"Setelah memastikan foto yang dikirim dari Indri Atanti adalah Alwi kepada pihak keluarga, kemudian kami bersama keluarga berangkat ke alamat disurabaya",Ujar Kapolsek Kunir AKP. H. Khusaini., SH., Minggu (6/1/2019).

Kapolres bersama Alwi


Setelah dilakukan koordinasi, pada hari Minggu (06/1/2019) sekitar pukul 01.00 wib, keluarga yang didampingi Kanit Reskrim Kunir, BRIPDA Dimas Ega Oktavia selaku anggota Sat Reskrim Res Lumajang dan SERDA Haryo selaku BABINSA, berangkat ke Surabaya setelah sekitar pukul 04.00 wib sampai di Jalan Raya Tubanan Indah I Kelurahan Karangpoh, Kec. Tandes disalah satu tempat kost tampak M. Alwi Candra sedang tidur disalah satu kursi.

"Alhamdulillah, M. Alwi Candra ditemukan dalam keadaan sehat",Paparnya. 

Sementara menurut Eko ayah kandung dari M. Alwi Candra, pihaknya menceritakan beberapa puluh tahun yang lalu, Alwi diadopsi oleh salah seorang keluarga Ali dan Rusmini di kawasan Tandes Dharmo Satelit Surabaya, kemudian dengan berjalannya waktu Eko sempat mengetahui postingan dari Rusmini bahwa dirinya hendak mengembalikan Alwi yang sempat diadopsinya, namun Anis selaku ibu kandung dari Alwi yang tak lain Istri dari Eko mengancam bakal melakukan perceraian jika suaminya nekad mengambil Alwi dari keluarga Rusmini, tanpa menggubris ancaman Anis, Eko tetap bersikeras untuk menjemput Alwi di Surabaya. 

"Pak Ali sudah meninggal, dan Alwi hanya tinggal bersama Rusmini, sedang keadaan Rusmini sakit keras",Ucap Eko. 

Ternyata ancaman Anis bukan gertak sambal, setelah Eko mengambil anak kandungnya, Anis langsung menceraikan Eko, selama kemelud rumah tangga ini masih berlangsung, Alwi kemudian dititipkan ke pamannya yaitu H. Milu. 

"Sekitar seminggu Alwi saya jemput, ibu angkatnya yang disurabaya meninggal dunia, dan saya juga terpaksa harus bercerai dengan Anis",Ujar Eko. 

Sementara menurut Hardi yang juga mengaku sebagai Famili dengan Eko dan Alwi mengatakan selama pergi ke Surabaya, Alwi hidup dijalanan bersama pengamen dan preman, tidurnya pindah-pindah, hingga akhirnya ditemukan dan dibawa pulang ke Lumajang. 

"Kasihan Alwi disana mas, dia hidup bersama teman-tamannya anak jalanan dan preman, dan tidurnya pun berpindah-pindah",Jlentreh Hardi. 

Sedangkan Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., merasa bersyukur karena keberadaan Alwi sudah dapat ditemukan dan sudah berkumpul kembali bersama keluarganya. 

“Alhamdulilah Alwi dapat ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat kembali bertemu dengan keluarganya".Paparnya

Selain itu Kapolres juga berpesan agar keharmonisan rumah tangga harus tetap dijaga, agar anak - anak tidak menjadi korban secara mental dan psikologis pertumbuhan anak itu sendiri, bahkan Kapolres juga menyampaikan sebagai orang tua harus lebih peduli terhadap perkembangan anak agar hal yang buruk tidak lagi terjadi. 

"Kita sebagai orang tua harus lebih peduli dan memperhatikan kembali anak anak kita agar hal semacam ini tidak terjadi kembali dikemudian hari”.Pungkasnya. (bas).
Read more

Diduga Karena JANDA, 2 Pria Saling 'Bacok'

Lumajang, PojokSemeru.com – Karena disulut api cemburu, pertarungan satu lawan satu dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit (Carok) tidak dapat dihindari, kejadian tersebut terjadi didepan rumah Suhartatik seorang janda yang tinggal Pemukiman Sampit Dusun Kalipancing, Desa Lempeni, Kec. Tempeh
Jumat malam (4/1/2019) sekitar pukul 21.15 wib tanpa sengaja Solikin atau yang akrab dipanggil Topeng (40) warga Dusun Kedungpakis, Desa Pasirian, Kec Pasirian bertemu Mahfud (30) warga Dusun.Krajan 1 Desa.Selok awar awar, Kec.Pasirian didepan rumah Suhartatik, diduga keduanya dibawah pengaruh alkohol tiba-tiba Topeng menegor Mahfud yang dituduh kerap menggoda Suhartatik yang diklaim oleh Topeng bahwa Suhartatik yang berstatus janda adalah istri sirrih nya.
“Keduanya tanpa sengaja bertemu didepan rumah Suhartatik, dan keduanya saling cek cok”, Ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH. M. Hum., Sabtu (5/1/2019). Setelah adu mulut dan kebetulan kedua pria yang sedang dibawah pengaruh alkohol tersebut masing-masing juga membawa celurit ini, sehingga perkelahian dengan bersenjatakan celurit tidak dapat dihindari.
Celurit, barang bukti yang diamankan Polisi

“Keduanya sudah membawa celurit, sehingga kedua pria tersebut langsung carok”,Tambahnya.
Tak ayal lagi carok tidak dapat dihindari, keduanya saling bacok yang mengakibatkan keduanya juga mengalami luka bacok dibeberapa bagian kepala hingga bagian tubuh lainnya, warga yang mengetahui kejadian tersebut tak bisa berbuat banyak, warga hanya bisa menonton karena jika melerai dikawatirkan juga terkena sabetan celurit kedua orang yang sedang dibakar api cemburu ini. Saat kondisi para pelaku carok sudah mulai melemah karena diduga kehabisan darah, bersama Kades Lempeni Abdi Rahman datang bersama dua anggota polsek tempeh, Aipda Dimas anggota Babinkamtibmas Polsek Tempeh yang saat itu sedang berada di Mapolsek Tempeh selanjutnya bersama Bripka Rino Ka SPKT Polsek Tempeh, langsung mendatangi lokasi kejadian, Bripka Rino langsung melepas tembakan keudaraan untuk melerai kemudian dengan cepat merebut celurit dari tangan para pelaku.
“Tindakan kedua pelaku yang melakukan Perkelahian satu lawan satu dapat dipidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling 7 Tahun”,Tegasnya.
Setelah berhasil dilerai kedua pelaku langsung dilarikan ke RSUD Dr Haryoto Lumajang untuk penanganan secara medis, sementara itu Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM saat dikonfirmasi menerangkan pihaknya mengapresiasi kedua anggotanya yang telah merespon cepat dengan menghentikan pertikaian tersebut.
Kedua Korban setelah adu bacok

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas tindakan anggotanya Bripka Rino dan Aipda Dimas yang telah merespon cepat mendatangi TKP dan melakukan tindakan kepolisian di Tkp sehingga kedua pelaku berhasil dipisahkan”Tegasnya. Sejauh ini kondisi para pelaku sudah sadar namun masih belum bisa dimintai keterangan, tentunya sebagai tindak lanjut, menurut Kapolres bakal dilakukan gelar perkara untuk penegakan hukum.
“Kami akan tetap melakukan penengakkan hukum dengan mekanisme gelar perkara untuk menentukan rencana tindak lanjut penyidikan”,Pungkasnya. (Bas)

Read more