Antisipasi Sejak Dini, Rantai Sapi Solusi Pencurian Maling Sapi

penyerahan sapi milik Slamet yang sempat hilang
Lumajang, Pojok Semeru
Slamet (35) Peternak Sapi warga Dusun. Kebonan Rt 09 Rw 05, Desa. Condro, Kec. Pasirian, merasa lega setelah sapi peliharaannya yang sebelumnya dinyatakan hilang karena sudah tidak lagi berada didalam kandangnya ditemukan kembali setelah melakukan pencarian bersama warga dan jajaran Polsek Pasirian.

Bermula dari kecurigaan Slamet pada Sabtu (19/1/2018) dini hari sekitar pukul 2.00 wib terhadap sapi betina miliknya, Slamet sempat kaget karena pada waktu itu sapi yang dipeliharanya selama ini ternyata sudah raib dan tidak lagi berada dalam kandangnya, Slamet beserta sejumlah tetangga sempat melakukan penelusuran berharap sapi kesayangannya dapat ditemukan kembali, namun hingga pukul 06.00 wib Sapi tersebut tak kunjung ditemukan, tidak mau putus asa Slamet kemudian melaporkan kejadian yang menimpa dirinya kepada Kasun setempat dan diteruskan Kepolsek Pasirian.

"Setelah mendapat laporan dari perangkat desa Condro, anggota kami langsung melakukan pencarian bersama warga dan bhabinsa setempat",Terang Kapolsek Pasirian, AKP. Zainul Arifin, SH., Minggu (20/1/2018).

Setelah pencarian dilakukan secara serentak, selang beberapa jam kemudian Sapi dengan ciri-ciri yang sama seperti yang disebutkan Slamet ternyata ditemukan berada di daerah dusun Timur Curah Desa Bago Kec. Pasirian yang jarak lokasi kandang dengan ditemuankannya posisi keberadaan sapi sekitar 3 KM.

"Alhamdulillah Sapi yang dimaksud berhasil ditemukan di daerah desa Bago, dan langsung kami serahkan kepada korban",Terangnya.

Dari kejadian tersebut Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban. SH, S.I.K, MH, MM., juga menghimbau kepada para peternak sapi agar bisa lebih berhati-hati dan mengantisipasi sejak dini, untuk penggagalan pencurian hewan (Curhewan) terlebih terhadap dengan pencurian Sapi, oleh sebab itu dalam minggu terakhir Kapolres beserta jajarannya sudah mensosialisasikan penggunaan rantai sapi agar terhindar menjadi korban pencurian sapi.

"Lagi lagi saya harus menghimbau berulang kali kepada warga agar menggunakan rantai sapi sebagai antisipasi agar tidak menjadi korban Curhewan",Tegasnya.

Lanjutnya, dari hasil pendataan selama beberapa bulan terakhir sudah terjadi kasus Curhewan khususnya pencurian Sapi yang mencapai puluhan kali, berdasarkan dari sanalah, Kapolres beserta jajarannya berinisiatif melakukan gagasan yang cukup inovatif, dengan sistem 3 lapis pengamanan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi pencurian Sapi.

"Kami sudah sering mengedukasikan salah satu progam yang sudah kami gagas kepada masyarakat yaitu dalam penggunaan rantai sapi beserta komunitasnya, selain itu dengan membangun Ganster, dan pembentukan Satgas Keamanan Desa",Pungkasnya.

Diharapkan pula dengan menjalankan tiga lapis program pengamanan tersebut, pihaknya yakin bakal mampu menggagalkan aksi kasus Curhewan ternak Sapi di wilayah Kab. Lumajang.(bas).

Load disqus comments

0 Comments