"Bandel" Penambang Pasir Illegal, Hutan Negara "Rusak"

Lokasi tambang illegal milik Sutrisno
Lumajang, Pojok Semeru
Sepertinya UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan, tak mampu membuat ketakutan para pelaku tambang mineral dan batuan bukan logam yang melakukan aktifitas tambangnya di dalam kawasan hutan negara tanpa mengantongi ijin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Tentunya efek jera tidak akan terjadi kepada para pelaku tambang yang terus menerus meraup keuntungan dari kawasan hutan negara dengan merusak dan membuat alih fungsi hutan negara seenaknya tanpa ada tindakan tegas dari penegak hukum dan dinas terkait.

Pemandangan miris ini bisa disaksikan dilokasi tambang yang diklaim milik Sutrisno dengan alamat lokasi tambang diDesa Sumberurip Kec. Pronojiwo, Petak 4e RPH Sumberowo, BKPH Pronojiwo, nampak terlihat kerusakan hutan yang banyak ditumbuhi pohon Vinus itu rusak dan beralih fungsi menjadi lokasi tambang yang miris.

Sutrisno alias Mujari yang sempat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2018), mengatakan bahwa pihaknya selama ini bekerja sama dengan OJM perusahaan dari Kab. Jember yang mendatangkan alat berat atau Beckhoe 2 unit untuk exploitasi pertambangannya, disinggung bahwa lokasi pertambangan yang dilakukan diluar dari titik koordinat serta aktifitas pertambangannya merusak hutan negara, Mujari mengatakan bahwa bukan hanya dirinya saja yang melakukan perusakan hutan dengan alasan menambang.

"Pertambangan dikawasan hutan bukan saya saja, kalau mau ditertibkan semua harus dilakukan biar adil",Cercah Mujari.

Dari pernyataan Mujari dapat dipastikan bahwa lemahnya pemerintahan ini dalam menertibkan tambang liar, yang merusak ekosistem alam, selain tambang milik Mujari hal serupa juga terjadi dilokasi tambang yang dikelola oleh CV Ratna Basmallah, yang bertempat di desa oro-oro Ombo Kec. Pronojiwo Petak 4d dan 4e RPH Sumberowo, BKPH Pronojiwo, namun sayang saat hendak dikonfirmasi pihak pengelola Ali Surahman warga dusun sumber petung, desa Oro - oro ombo Kec. Pronojiwo saat dihubungi via cellularnya sedang ada kegiatan diluar.

Sementara pihak perum perhutani Asper Pronojiwo Subur, saat dikonfirmasi dirumahnya, Minggu (13/1/2019) pihaknya tidak kurang - kurang untuk memperingatkan para penambang yang melakukan pertambangan di kawasan hutan negara untuk segera meminta ijin kepada menteri LHK sebelum melakukan aktifitas tambang illegal, namun peringatan itu seolah dijadikan angin lalu saja.

"Dulu pernah kita lakukan oprasi dengan Waka perhutani yang lama, namun selang beberapa waktu kami mendapat informasi para penambang membandel dan menambang lagi",Pungkasnya. (bas).
Load disqus comments

0 Comments