Kadis Koprasi dan Mikro Siap Menerima Sanksi Jika Dinyatakan Bersalah.

Lumajang, Pojoksemeru.com
Ternyata aksi pemukulan pejabat eselon II terhadap sopirnya yang sempat ramai dalam pemberitaan di media massa beberapa hari ini ternyata tidak dielak oleh Kepala Dinas Koprasi dan Usaha Mikro Kab. Lumajang, Abdul Majid, pihaknya mengakui sempat memukul sopirnya ketika mobil yang dikendarai membahayakan dan rawan kecelakaan. 

"Memang saya pukul, tapi bukan memukul seperti sedang meninju orang, sempat saya tepuk pundaknya ketika mobil yang dikendarai sopir saya sangat membahayakan",Ucap Abd Majid saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (7/1/2019).

Abdul Majid, Pihaknya trauma atas kejadian yang pernah dialami istrinya beberapa tahun lalu yang mengalami kecelakaan terseret tronton karena kelalaian seorang sopir. 

"Saya trauma, karena dulu istri saya pernah jadi korban kecelakaan akibat keteledoran seorang sopir",Terangnya.

Abd. Majid Kadis Koperasi dan Mikro Kab. Lumajang, (7/1)


Selain itu, dirinya kemarin, Senin (6/1/2019) sudah dipanggil Inspektorat untuk mengklarivikasi kejadian tersebut, dan pihaknya sudah menceritakan semua kronologis yang terjadi, selain ini Abd. Majid siap menerima konsekwensi jika sikap yang dilakukan terhadap sopirnya dinyatakan bersalah. 

"Saya siap dengan sanksi yang harus saya terima ketika sikap saya dinyatakan bersalah",Tegasnya. 

Sementara itu Abdul Halim sopir yang dimaksud juga sempat dikonfirmasi sempat kaget atas kejadian yang menimpa dirinya bisa sampai kepada Bupati, namun pihaknya berkelit jika dirinya yang melaporkan, diakui pula bahwa pemukulan itu tidak sering terjadi seperti yang ramai diberitakan.

"Saya tidak pernah lapor pak Bupati, gak tahu mas kok bisa ramai ya",Ucapnya. 

Selain itu diakui pemukulan yang dimaksut bukan hanya menabok pundak ketika kendaraan yang didrivernya membahayakan atau rawan dengan kecelakaan. 

"Ya cuma diingatkan saja, mungkin karena dinilai bahaya",Pungkasnya. (bas).


Load disqus comments

0 Comments