Tangkap Pengedar Shabu, Residivis Kambuhan Bakal "Membusuk" Dipenjara

HS saat diamankan petugas unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang
Lumajang, Pojok Semeru. 
Dalam pemberantasan narkoba, jajaran polres Lumajang nampaknya enggan untuk melakukan pembiaran, terbukti, Selasa (15/1/2019), sekitar pukul 22.05 wib, Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil menggagalkan rencana transaksi penjualan narkoba jenis Shabu.

Pria Warga Dusun. Krajan Rt. 002 Rw. 002 Desa Ranu Pakis Kec. Klakah berinisial HS (34) ini tak bisa berbuat banyak saat petugas melakukan penyergapan terhadap dirinya di perempatan trafigligth desa Jarit Kec. Candipuro saat hendak melakukan transaksi penjualan yang diduga kuat adalah Shabu dengan berat 10.47 gram.

"Terlapor berhasil diamankan, unit kami ketika hendak bertransaksi di perempatan Desa Jarit",Ucap KBO Satresnarkoba Polres Lumajang, IPTU Haryono.,Kamis (17/1/2018).

Dari hasil penyelidikan Polres Lumajang, ternyata HS ini adalah residivis dengan kasus yang sama, dan sudah pernah menjalani hukuman penjara di lapas IIB Lumajang.

"Terlapor ini baru beberapa bulan lalu keluar dari lapas dengan kasus yang sama",Terang Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito.SH.,

Sementara Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM., menyayangkan terkait perbuatan terlapor HS, pihaknya mengatakan bukannya malah jera setelah menjalani hukuman penjara selama 2.8 Tahun, namun Kapolres ini berjanji akan memberantas para pengedar lain yang sengaja hendak merusak generasi bangsa ini.

"Bukannya sadar dari pengguna, malah menjadi pengedar. Kami akan terus mengembangkan kasus berikut guna mengungkap jaringan peredaran Narkotika dan pelaku pelaku lainnya”. Pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya HS dipastikan dengan kasus kali ini cukup lama berada dibalik jeruji besi, karena penyidik Polres Lumajang menilai terlapor melanggar Pasal 114 (1) Sub 112 (1) Jo. 127 (1) UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika pidana penjara paling singkat 6 (enam)tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).(bas).
Load disqus comments

0 Comments