Budak Sabu Warga Bali "Keok" Ditangan Polsek Jombang

BG (38) saat diruang penyidik Polsek Jombang
Jember, Pojok Semeru.
Tak mau kecolongan adanya peredaran Narkotika Golongan I jenis sabu, Jumat (22/2/2019), dipimpin Kapolsek Jombang AKP. Ma'ruf, S. Sos., bersama jajarannya berhasil melakukan penangkapan terhadap terlapor warga pulau dewata yang dengan sengaja melakukan tindak pidana dengan menyimpan dan membawa serbuk kristal yang diduga kuat adalah sabu.

"Mendapat laporan tersebut, Kami langsung terjun ke TKP untuk memastikan kebenaran informasi tersebut",Ujar Kapolsek Jombang AKP. Ma'ruf, S. Sos., Minggu (24/2/2019).

Adapun yang menjadi identitas terlapor berinisial BG (38) warga Jalan Gunung Tangkuban Perahu III NO 17 Desa Padang Sambian Kec. Denpasar Barat Bali, Terlapor berhasil diamankan petugas saat berada di salah satu warung kopi yang berada disekitaran desa Jombang Kecamatan Jombang.

"Saat kami lakukan penggeledahan, kami menemukan sejumlah barang bukti semisal serbuk kristal putih yang diduga kuat adalah sabu dalam plastik klip, dan pipet kaca bekas pembakaran sabu",Terangnya.

Dalam aksi penggerebekan tersebut, BG tidak sendiri, namun saat itu teman terlapor berhasil melarikan diri saat petugas datang.

"Identitas teman terlapor sudah kami kantongi, dan saat ini sudah kami tetapkan DPO",Tegasnya.

Lebih jauh Kapolsek menjelaskan, guna penyidikan lebih dalam, terlapor beserta sejumlah barang buktinya sudah diamankan di Polsek Jombang.

"Terlapor melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 sub 127 UU No.35 thn 2009, tentang Narkotika, dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun",Pungkasnya. (4ziz).
Read more

Residivis Budak Shabu, Kembali Menghirup Udara Pengap Penjara

CH (53) Kembali berurusan dengan hukum
Lumajang, Pojok Semeru
Hukuman penjara satu tahun seakan tak memberikan efek jera, bagi residivis pelanggar UU Narkotika Golongan I Jenis Shabu ini, pria paruh baya berinisial CH (53) warga Jalan. Ahmad Yani No. 217 Rt 005 Rw 002 Desa Kutorenon Kec. Sukodono, Sabtu (16/2/2019), sekitar pukul 22.00 wib tertangkap tangan oleh Unit Satresnarkoba Polres Lumajang di pelataran rumah disekitaran Jalan. Sunandar Priyo Sudarmo Rt 001 Rw 004 Desa Kutorenon, Kec. Sukodono.

"Terlapor ini baru keluar penjara tiga bulan lalu dengan kasus yang sama",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito, SH., melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang, IPDA Catur Budi Baskoro, Minggu (17/2/2019).

Masih menurutnya, Terlapor tertangkap tangan telah membawa barang bukti (barbuk) serbuk kristal yang diduga kuat adalah Shabu, dengan berat kotor mencapai total 26,19 Gram.

"Barbuk yang berhasil diamankan petugas dengan berat total mencapai 26,19 gram, yang terbagi menjadi puluhan pocket dengan masing-masing berat berfariative",Tambahnya.

Bukan hanya Barbuk yang diduga Shabu, bahkan petugas juga menyita sebuah timbangan saku digital dan uang rupiah sebesar Rp 400.000 dengan pecahan Rp 50.000 empat lembar dan Rp 100.000 dua lembar yang juga diduga hasil dari penjualan Shabu tersebut.

"Selain Shabu, petugas juga mengamankan sebuah timbangan digital, dan uang Rp 400.000", Terangnya.

Akibat perbuatannya yang dengan sengaja berani melanggar hukum, terlapor dikenakan Pasal 114 ayat 2 Sub. 112 ayat 2 UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

"Ancaman Hukumannya bisa mencapai puluhan tahun dan denda sampai milyaran rupiah",Pungkasnya.(bas).
Read more

Pemkab Kalah Di PTUN, Bupati Menang Di Perbup

Cak Thoriq saat menunjukkan Perda yang didampingi Kasatpol PP Drs. Basuni. 
Lumajang, Pojok Semeru
Diduga tidak puas dengan putusan PTUN terkait sengketa Pemkab Lumajang dengan Vision Viesta (V2) Karaoke yang dalam putusan terakhir tertanggal 14 dimenangkan oleh pihak penggugat yaitu V2, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, M. ML., langsung terbitkan Peraturan Bupati Nomor 14 Februari Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Karaoke.

Dalam mensosialisasikan perbup tersebut, Jumat (15/2/2019) malam, Bupati Lumajang mengundang seluruh wartawan untuk mengadakan Jumpa Pers di ruang Kantor Bupati Lumajang, Cak Thoriq begitu nama akrab Bupati Lumajang sempat membacakan beberapa poin dalam perbup yang juga ditetapkan tertanggal pada hari itu juga.

Diantaranya pada BAB III tentang Penyelenggaraan Karaoke pada pasal 5 Penyelenggara karaoke harus mematuhi dan memenuhi beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan dalam perbup tersebut.

"Penyelenggara Karaoke tidak boleh memfasilitasi pelanggan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol dilokasi karaoke", Ujar Bupati Saat membacakan salah satu poin aturan yang sudah di perbupkan.

Bukan hanya itu saja, dalam poin selanjutnya, menyatakan Penyelenggara Karaoke juga tidak boleh menyediakan pemandu lagu atau memfasilitasi hadirnya pemandu lagu didalam ruang Karaoke, selain itu juga tidak boleh ada toilet didalam ruangan atau kamar karaoke.

"Untuk toilet harus diluar bilik atau kamar karaoke dan itu harus dipisahkan antara toilet pria dan wanita",Tambahnya.

Bahkan dalam perbup tersebut juga mengatur pencahayaan didalam ruang karaoke harus menggunakan lampu yang terang dan permanen, serta pintu ruangannya juga harus terbuat dari kaca transparan dengan harapan dapat terlihat aktifitas pengunjung dari luar ruangan.

"Untuk jam oprasionalnya, Senin sampai jumat dimulai pukul 15.00 wib sampai pukul 21.00 wib, dan untuk hari Sabtu dan Minggu boleh buka mulai pukul 13.00 wib sampai pukul 22.00 wib",Tegasnya.

Sedangkan pada hari besar keagamaan apapun tidak boleh beroprasi terlebih pada bulan Ramadhan harus tutup selama sebulan penuh.

"Pihak penyelenggara Karaoke wajib memastikan Kelompok konsumen tersebut adalah benar-benar keluarga, dan penyelenggara wajib membuatkan formulir surat pernyataan yang ditandatangani oleh konsumen tersebut, bahkan lebih bagus lagi juga mengisi nomor hp",Pungkasnya.

Bahkan Bupati juga tidak mau tau tentang tempat karaoke yang sudah ada toiletnya didalam ruangan karaoke, pihaknya meminta untuk harus tetap dibongkar, selain itu untuk menghadapi pengusaha karaoke yang melanggar bakal di beri Surat Peringatan (SP) satu, dua, dan tiga. (bas).
Read more

Polres Lumajang, Sikat Habis Narkoba Dan Peredaran Okerbaya

OK (20) Pelaku Shabu
Lumajang, Pojok Semeru
Sepertinya usaha polres Lumajang yang terus berusaha untuk memberangus peredaran Narkoba di wilayah hukumnya, cukup membanggakan, hal tersebut terbukti pada hari yang sama, Kamis (14/2/2019) tiga orang terlapor berhasil diringkus diwaktu dan tempat yang berbeda, tentunya dengan perkara yang berbeda pula.

"Alhamdulillah, kemarin (14/2), jajaran Sat Resnarkoba berhasil mengungkap 2 kasus dengan 3 terlapor",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito, SH., melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang, IPDA. Catur Budi Baskoro, Jumat (15/2/2019).

Sekitar pukul 17.00 wib unit Opsnal Satresnarkoba berhasil menangkap pelaku tindak pidana Narkoba golongan I jenis Shabu, terlapor tak berdaya saat dilakukan penggerebekan dirumahnya yang beralamat di Dusun. Danurojo Rt 004, Rw 004, Desa Gondoruso Kecamatan. Pasirian, adapun pelaku yang satu ini berinisial OK (20), dalam pengungkapan kali ini, petugas berhasil mengamankan Barang Bukti (Barbuk) serbuk kristal yang diduga kuat adalah Shabu dengan berat kotor 0,22 gram, selain itu petugas juga mengamankan serangkaian peralatan yang diduga pula sebagai alat mediasi dalam penggunaan Shabu tersebut.

"Sore harinya Opsnal Resnarkoba berhasil menangkap terlapor seorang pemuda asal desa Gondoruso, saat menggunakan Shabu, dirumahnya",Tambahnya.
YG (31) dan RN (20) pelaku Okerbaya

Untuk penyidikan lebih lanjut, terlapor dan sejumlah Barbuk terpaksa harus diglandang kemapolres Lumajang sebagai bentuk pertanggung jawaban terlapor atas perbuatannya yang melanggar hukum

"Terlapor ini melanggar Pasal 112 ayat 1 Jo. 127 ayat 1 huruf a UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika,"Tegasnya.

Sedangkan pada pukul 19.30 wib kembali Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang juga berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana Undang-Undang Kesehatan yang masuk dalam obat keras berbahaya (Okerbaya), Pelaku berinisial YG (31) warga Jalan. Juwet No. 26 RT. 01 RW. 06 Desa Kutorenon Kec. Sukodono tertangkap tangan tepat didepan rumahnya sendiri sesaat membeli obat yang masuk dalam Daftar G ini.

" Dari tangan terlapor petugas berhasil menyita 192 butir pil warna putih logo 'Y' dan 8 butir pil warna kuning logo 'DMP'",Terangnya.

Tidak mau kecolongan, dengan cepat pula Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang, juga mengamankan penjual Pil Koplo ke terlapor YG, tepatnya di tepi jalan Gajah mada RN (20) warga Dusun. Krajan Desa Dawuhan Lor Kecamata . Sukodono, juga berhasil diamankan oleh petugas, memang tidak ada barbuk pil koplo yang dibawa namun petugas menemukan sebendel plastik klip dan terlapor juga sudah mengakui barang yang ada pada YG dibeli darinya.

"Akhirnya kedua terlapor dan sejumlah Barbuknya sudah diamankan di Polres Lumajang, dan tentunya kasus ini masih dikembangkan",Pungkasnya. (bas).
Read more

Pordasi Lumajang "Tenang" Menghadapi Tuntutan Hukum Keluarga Korban Pacuan Kuda

H. Siswanto didampingi Abdul Syukur SH., 
Lumajang, Pojok Kiri
Menyikapi jatuhnya korban jiwa dalam event pacuan kuda yang dilaksanakan oleh DPC Pordasi Kabupaten Lumajang yang digelar di wisata alam pesisir pantai selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kamis (14/2/2019), melalui Ketua DPC Pordasi Lumajang H. Siswanto mengatakan bahwa pihaknya dan panitia pelaksana sudah melakukan proses tahapan demi tahapan mulai dari segi pengamanan sampai pembuatan pagar pembatas penonton dan arena pacuan kuda itu sendiri.

"Seminggu sebelumnya Pordasi Jawa Timur sudah melakukan pengecekan lokasi yang akan dilakukan lomba pacuan kuda tersebut,"Ujarnya.

Selain itu event tahunan ini digelar atas tuntutan KONI yang dalam tiap tahunnya mengucurkan dana sebesar Rp 25.000.000 per tahun yang terbagi menjadi dua termin.

"Jika pacuan kuda ini tidak dilaksanakan tentunya KONI akan mempertanyakan dana yang telah dikucurkan",Tambahnya.

Akibat penghentian di hari semi final atau hari terakhir setelah insiden meninggalnya Maghda Agil Benzema (7) yang saat itu tertabrak kuda yang keluar dari arena saat perlombaan berlangsung, sejumlah peserta yang tidak bisa melanjutkan lomba pacuan tersebut akhirnya menuntut pihak Pordasi untuk menjadi para pemenang.

"Melalui negosiasi akhirnya para peserta yang tidak bisa mengikuti semi final terpaksa kami ganti seluruh kerugiannya",Keluhnya.

Sebenarnya, masih menurut H. Siswanto, Lomba Pacuan kuda ini adalah bentuk inisiatifnya agar bisa mendongkrak wisata alam pantai selatan Desa Wotgalih dengan menghadirkan peserta dari jawa dan bali.

"Penonton kami gratiskan, dan harapan kami untuk mendongkrak wisata yang ada didesa Wotgalih",Jlentrehnya.

Sementara itu Konsultan Hukum DPC Pordasi Kab. Lumajang Abdul Syukur SH., terkait tuntutan secara hukum dari pihak orang tua korban, pihaknya mengatakan tidak ada persiapan atau antisipasi yang berlebihan untuk melawan tuntutan tersebut, karena alasannya masih belum ada panggilan dari pihak yang berwajib.

"Kita lihat dulu, siapa yang dilaporkan, lagi pula kami juga belum mendapat pemanggilan secara resmi dari pihak yang berwajib",Pungkasnya.

Maghda Agil Benzema (7) korban pacuan kuda yang diduga meninggal dunia akibat terinjak kuda peserta yang menerobos pagar pembatas, yang kala itu korban menonton pacuan kuda bersama neneknya, korban sempat dilarikan kepuskesmas Yosowilangun yang langsung dirujuk ke RS Dr Haryoto Lumajang dan dinyatakan meninggal dunia. tidak terima dengan insiden tersebut, Usman ayah korban, Rabu (13/2/2019) resmi melaporkan kejadian yang menimpa anakknya ke Polres Lumajang. (bas).
Read more

Nekat Edarkan Pil Koplo, Pemuda Tamatan SD Meringkuk Dibui

HF (25) saat menunjukkan Barbuk 
Lumajang, Pojok Semeru
Meskipun Ops Tumpas Narkoba Semeru sudah berakhir tanggal 6 Februari 2019 lalu, bukan berarti jajaran Satresnarkoba Polres Lumajang duduk manis dan berpangku tangan mengetahui peredaran Narkoba di wilayah kabupaten Lumajang, terbukti, Rabu (13/2/2019), sekitar pukul 19.30 wib unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan seorang pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD) berinisial HF (25) warga Dusun. Kebonan Rt 019 Rw 004, Desa Banyuputih Kidul, Kec. Jatiroto, karena kedapatan menjual Pil Koplo.

"Terlapor langsung diamankan dirumahnya setelah menjual obat farmasi tanpa dilengkapi ijin edar",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito, SH., melalui Paur subbag humas Polres Lumajang, IPDA. Catur Budi Baskoro, Kamis (14/2/2019).

Dari tangan terlapor petugas berhasil mengamankan barang bukti (barbuk) Pil Putih berlogo Y sebanyak 164 butir dan uang Rp. 75.000 yang diduga hasil penjualan obat terlarang tersebut.

"Setelah dilakukan penggeledahaan barbuk yang berhasil diamankan Pil Koplo sebanyak 164 butir, sebuah HP dan uang sebanyak Rp. 75.000",Tambahnya.

Lebih jauh Baskoro menjelaskan, Terlapor sudah menjadi target petugas karena sudah banyak laporan dari sejumlah orang tua dan para guru yang merasa resah terkait peredaran obat keras berbahaya tersebut.

"Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, terlapor dan sejumlah Barbuknya langsung diamankan dan diglandang ke Mapolres Lumajang",Tegasnya.

Sejauh ini terlapor dikatakannya, melanggar pasal 197 Sub. 196 UURI No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan.

"Jika nantinya terbukti, Hukumannya maksimal 20 tahun penjara",Pungkasnya. (bas).
Read more

Kolaborasi K9 Dan Satgas Keamanan Desa, Temukan Lokasi Sapi Hasil Curian

Kapolres Lumajang saat berada dilokasi tempat persembunyian sapi hasil curian
Lumajang, Pojok Semeru
Setelah sapi milik Matasan Warga Dusun Karanganyar RT 03, RW 04 Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, dinyatakan hilang, dini hari sekitar pukul 02.00 wib, Rabu (13/2/2019), akhirnya berhasil ditemukan di tengah kebun tebu di sekitaran Desa Bago Kecamatan Pasirian sekitar pukul 12.00 wib.

Adapun pencarian tersebut dilakukan oleh satgas keamanan desa Kalibendo yang diback up oleh unsur TNI dari Koramil dan Polsek Pasirian, bukan hanya itu saja, bahkan Polres Lumajang juga menerjunkan Anjing pelacak untuk menemukan keberadaan sapi jenis limusin tersebut.

"Kami terjunkan Anjing pelacak dibawah untuk mencari Sapi yang hilang beserta pelakunya",Ujar Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., Rabu (13/2/2019).

Setelah lokasi disembunyikannya sapi hasil curian ditemukan, Anjing pelacak dibawah binaan Tim Cobra Polres Lumajang, masih terus melakukan pencarian terhadap para pelakunya.

"Anjing berputar-putar memasuki areal perkebunan tebu sampai ke sebuah sungai, disini anjing jenis doberman tersebut tidak dapat lagi mengendus jejak pelaku yang diduga menyebrangi sungai tersebut",Tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP. Hasran, SH., pihaknya optimis bakal berhasil mengungkap tabir kasus pencurian sapi yang selama ini memang menjadi momok bagi para peternak sapi.

"Oleh karena itu serahkan pada Tim Cobra, karena jika Tim Cobra sudah turun maka tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan",Tegasnya.

Sementara Kapolsek Pasirian AKP. Zainul Arifin, SH., membenarkan adanya kasus pencurian sapi didaerahnya, namun pihaknya bersyukur karena 11 desa di wilayah kecamatan Pasirian ada sekitar 330 anggota satgas keamanan desa yang sudah dikukuhkan, sehingga dengan adanya gangguan Bhabinkamtibmas dapat direspon dengan cepat.

"Tentunya dengan respon yang cepat, sapi yang sempat hilang dapat kita temukan kembali”,Pungkasnya. (bas).

Read more

Berharap Ada Mediasi Dibawah Tangan, Eksekusi Tanah Di Desa Sukosari "Gagal"

Situasi Mediasi Di Balai desa Sukosari Kec.Kunir
Lumajang, Pojok Semeru
Rencana exekusi dan pengosongan lokasi objek tanah di wilayah desa sukosari, Rabu (13/2/2019) akhirnya harus ditunda.
pasalnya penundaan tersebut didasari berdasarkan atas objek dalam perkara Nomor 13/pdt.G/2009/PN.lmj tidak bisa dieksekusi dan telah disepakati bersama untuk dihentikan sambil menunggu kejelasan dari pihak Polres Lumajang atas laporan tindak pidana atas dugaan pembuatan surat palsu pihak pemohon eksekusi Seneto (68) warga dusun Sukodadi RT. 11, RW. 04 Desa Sukosari Kecamatan Kunir.

"Sebenarnya perkara ini sudah berkali-kali ditolak oleh PN, awalnya Seneto menggunakan nama orang lain hingga memenangkan gugatannya setelah menggunakan nama orang tua tergugat",Jelas Mahmud SH., Kuasa Hukum Tergugat Jamaluddin (53) warga Dusun Sukorame RT 16, RW 06, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir.

Melalui Mahmud, SH., pihak tergugat juga melaporkan kasus tersebut kepolres Lumajang agar bisa segera dilanjutkan dalam pengajuan gugatan penguasaan tanah tersebut ke Pengadilan Negeri Lumajang.

"Kami melihat ada upaya tipu muslihat yang dilakukan terlapor sehingga memenangkan gugatan tersebut",Tegas Mahmud, sembari menunjukkan bukti surat laporan polisinya.

Dalam upaya hukum selanjutnya, pihak Jamaluddin melalui Mahmud SH., berencana melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan PN tersebut agar permasalahan ini segera terselesaikan dengan baik.

"Nantinya kami bakal melakukan PK, atas kemenangan gugatan terlapor",Tambahnya.

Dalam rencana eksekusi kali ini, dihadiri oleh juru sita dari PN Lumajang, Kapolsek Kunir AKP. H. Kusaini, SH., Kabag Ops Polres Lumajang Kompol.  Eko Hari, SH.,  dari wawancara yang dilakukan kepada sejumlah tokoh masyarakat Desa Sukosari berharap ada penyelesaian diantara kedua belah pihak karena baik Jamaluddin dan Seneto masih bersaudara. (bas).
Read more

Peradi, Perlu Pertimbangan Ulang APRI Uji Materi Ke MK Terkait Pajak Ganda

Kiri : Abd Rokhim, SH., dan Basuki Rakhmad, SH., 
Lumajang, Pojok Semeru
Aksi dukungan moril Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang yang berencana melakukan Uji materi ke MK terkait adanya dugaan penarikan pajak ganda galian golongan C (Pajak Pertambangan Pasir) yang selama ini dilakukan penarikan oleh PT Mutiara Halim (MH) dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, dilontarkan oleh Dewan Pertimbangan Pertambangan Kabupaten Lumajang Basuki Rahmad, SH., atau yang akrab dengan panggilan Ukik, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya rencana DPC APRI yang melakukan uji materi ke MK.

"Uji materi ke MK yang bakal dilakukan oleh APRI Lumajang sangat tepat",Ujarnya. Rabu (13/2/2019).

Calon DPR RI dari Partai Golongan Karya ini berpendapat jika berkenaan adanya pajak ganda dinegeri ini memang tidak diperkenankan baik secara aturan maupun secara Undang-undang, artinya Ukik sependapat jika APRI melakukan uji materil di MK.

"Nantinya di MK itu sendiri selain pertimbangan hukum juga ada pertimbangan sosial yang disesuaikan adat dan budaya",Tambahnya.

Namun, Lanjutnya, dalam persoalan ini harus jelas, terutama yang menjadi Termohon, karena Ukik menjelaskan jika termohonnya tidak jelas, maka nantinya pertimbangan MK tidak tepat sasaran.

"Termohonnya harus Pemerintah RI, Pemerintah Provinsi Jatim, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang",Tegasnya.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Ketua Peradi Kabupaten Lumajang, Abdul Rokhim, SH., pihaknya berharap dari langkah APRI yang diambil, menjadi langkah yang positif, namun Abd Rohkim juga mempertanyakan apakah langkah tersebut adalah langkah yang tepat, mengingat untuk kewenangan di bawah Undang-undang menjadi ranah Mahkamah Agung (MA).

"Jika APRI hendak melakukan uji materi terkait PERDA bukan di MK melainkan menjadi kewenangan MA",Tegasnya.

Abd Rokhim juga menjelaskan bahwa KSO itu sendiri adalah dua subjek hukum yang melakukan kesepakatan, maka pihaknya berpendapat alangkah baiknya jika permasalahan yang ada dikembalikan lagi kepada kedua subjek hukum tersebut untuk duduk bersama.

"Semoga langkah APRI ini menjadi dampak positif terkait pengaturan KSO itu sendiri dan memberikan keadilan bagi masyarakat yang dirugikan terkait pajak ganda tersebut",Pungkasnya. (bas).
Read more

Diduga Lalai, Ketua DPC Pordasi Lumajang Terancam Dibui

Saat kuda peserta menerobos kerumunan penonton
Lumajang, Pojok Semeru
Event tahunan lomba pacuan kuda yang dilaksanakan oleh Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kab. Lumajang, melalui ketua DPC Pordasi Lumajang H. Siswanto, yang dilaksanakan di wisata alam Pantai Selatan Desa Wotgalih, Kec. Yosowilangun ternyata tak seperti tahun sebelumnya.

Lomba pacuan kuda yang diikuti peserta dari Jawa - Bali, Sabtu (9/2/2019) ketika Race kelima, tiba - tiba kuda dengan nama Felix milik Dian warga Sumber Kepuh Kabupaten Kediri keluar lintasan dan mengarah ke penonton yang hanya diberi pembatas tali plastik dan potongan bambu, sehingga kuda yang lepas kendali ini harus menerobos kerumunan penonton, hingga memakan korban jiwa anak kecil yang bernama Magda Agil Benzema (7) Kelas 1 SD Negeri 01 Yosowilangun Lor, Putra dari Usman atau Cong Ibra warga  RT 8 RW 2 Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun.
Magda Agil Benzema (7) (Alm) Korban Lomba pacuan kuda

Mengetahui korban tidak sadarkan diri akibat dugaan tertabrak dan terinjak kuda, warga setempat yang mengetahui musibah tersebut langsung melarikannya ke Puskesmas Yosowilangun yang selanjutnya dirujuk ke RSU Dr Haryoto dan akhirnya korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban ketika dikonfirmasi menjelaskan pasca kejadian naas tersebut pihaknya telah menerjunkan personilnya untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kejadian yang memakan korban jiwa tersebut, Kapolres Lumajang juga berjanji akan memanggil penyelenggara dan ketua panitia kegiatan dan jika nantinya dibuktikan bersalah maka pihaknya tidak segan melakukan tindakan hukum.

"Kemarin (9/2) tim reskrim sudah turun ke TKP, dalam tahap selanjutnya segera panitia akan kami panggil",Tegasnya. Minggu (10/2/2019).

Untuk menghindari upaya amuk massa yang sedang dirundung duka, masyarakat desa Wotgalih Kec. Yosowilangun sudah mengantisipasi penghentian lomba pacuan kuda yang diadakan DPC Pordasi tersebut, sedangkan hari Minggu (10/2/2019) adalah hari terakhir lomba pacuan kuda tersebut untuk menentukan juara 1,2, dan 3.

"Massa sudah bersiap untuk menghentikan lomba pacuan kuda tersebut di hari Final",Ujar Sabhan tokoh masyarakat desa Wotgalih.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi dari pihak Panitia, terkait sistem standard keamanan bagi penyelenggaraan event nasional tersebut, sehingga dipastikan jika nantinya ada kelalain dari pihak panitia terkait kurangnya sistem keamanan bagi para penonton dan para pesertanya maka tidak menuntup kemungkinan H. Siswanto selaku ketua panitia yang juga sekaligus sebagai Ketua DPC Pordasi Lumajang bakal berhadapan dengan Hukum, guna mempertanggung jawabkan kelalaiannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.(bas).
Read more

Mencari Kepastian Hukum Pajak Ganda, APRI Persiapkan Uji Materi Di MK

Kuasa Hukum DPC APRI Kab. Lumajang, Dummy Hidayat, SH. ,(10/2).
Lumajang, Pojok Semeru
Hingga detik ini Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kab. Lumajang, masih berharap ada respon positif dan balasan jawaban dari Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, terkait surat kedua yang dilayangkan DPC APRI Kab. Lumajang, tertanggal 7 Januari 2019

Dalam salah satu isi surat tersebut, APRI kembali mempertanyakan dari balasan surat Bupati tertanggal bulan Desember 2018 di poin c yang menjelaskan bahwa PT Mutiara Halim (MH) melakukan pemungutan atas jasa timbang hasil eksploitasi galian C pasir bangunan berdasarkan KSO Nomor 16 tahun 2005 tentang KSO antara pemkab Lumajang dengan PT MH, sementara dari kutipan data yang didapat oleh APRI dari Direktori putusan MA, menjelaskan KSO Nomor 16 Tahun 2005 adalah penyempurnaan isi dari KSO No 8 Tahun 2004, bukan mencabut atau mengakhiri dari KSO sebelumnya.

"Ada perbedaan pernyataan antara yang disampaikan oleh Bupati melalui suratnya dengan isi dari putusan MA", Ujar salah satu tim Kuasa Hukum dari DPC APRI Lumajang, Dummy Hidayat, SH., Minggu (10/2/2019).

Dalam surat balasan Bupati di Poin C mengatakan bahwa PT MH melakukan pemungutan atas jasa timbang hasil eksploitasi galian C pasir bangunan, sedangkan dari Data APRI yang bersumber Direktori Putusan MA RI, diantaranya menerangkan bahwa PT MH diberi hak untuk memungut hasil exploitasi bahan galian golongan C di Kab. Lumajang dengan sistem menimbang.

"Jelas beda pengertian antara kata Jasa Timbang dengan Sistem Menimbang, kalau Jasa terkesan tidak mengikat artinya bisa dipakai atau tidak, sementara penarikan yang dilakukan oleh PT MH dilapangan dengan cara memaksa, karena pajak itu sendiri sifatnya memang harus memaksa",Tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya menjelaskan bahwa sebelumnya perjanjian KSO nomor 8 tahun 2004 dan perjanjian KSO nomor 10 tahun 2004 adalah pungutan pajak ganda, dimana hal ini telah terjadi pemungutan pajak dan hasil eksploitasi bahan galian golongan C yang dilakukan secara bersamaan dan tentunya ini merupakan pemungutan pajak ganda, karena obyek pajak adalah semua kegiatan eksploitasi bahan galian golongan C, sehingga mengharuskan perjanjian KSO nomor 10 th 2004 dicabut  dan diakhiri berdasarkan Kesepakatan Bersama nomor 17 tahun 2005.

"Kami menilai penarikan pajak pasir ganda terjadi kembali, karena penarikan pajak pasir yang dilakukan oleh pemkab Lumajang saat ini mengacu kepada Perda Nomor 1 tahun 2017 tentang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, sementara PT MH juga melakukan penarikan pajak dengan dasar KSO Nomor 16 Tahun 2005",Terangnya.

DPC APRI Lumajang, dalam kurun waktu yang sudah ditetapkan sebagai daedline batas akhir, sampai pemda tidak segara memberi kepastian atau ketegasan dalam merespon surat ke II yang sudah dilayangkan DPC APRI Lumajang, Pihak APRI mengancam bakal meminta kepastian hukum dengan melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK), dan melaporkan ke pihak-pihak yang berwenang, karena APRI menilai dalam kasus tersebut ada dugaan penyalahgunaan wewenang.

"Saya cuma kasihan melihat masyarakat Lumajang khususnya para pemilik ijin yang telah dirugikan dengan adanya pungutan ganda ini",Pungkasnya. (bas).
Read more

Gagalkan Transaksi Illegal, Polsek Kunir Sita Ratusan Butir "Pil Koplo"

AG (23) saat diglandang ke Mapolsek Kunir
Lumajang, Pojok Semeru
Menindak lanjuti laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan transaksi ketersediaan farmasi yang tidak memenuhi standart keamanan, mutu dan dosis serta tanpa dilengkapi ijin edar, personil Polsek Kunir yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kunir AKP. H. Khuzaini,SH., Kamis malam (7/2/2019) Sekitar pukul 20.00 wib langsung bergerak cepat menuju TKP Lapangan sepak bola yang masih ikut Dusun Recobanteng, Desa. Kedungmoro Kec. Kunir.

Alhasil dari respon cepat petugas, di TKP memergoki terlapor seorang pemuda berinisial AG (23) warga Dusun. Krajan RT 05 RW 01, Desa Kaliwungu, Kec. Kunir, yang kedapatan membawa Pil Koplo warna putih berlogo Y sebanyak total 149 butir yang terbagi menjadi 5 bungkus dengan masing berisi 10 butir dan satu plastik berisi 99 butir serta uang rupiah senilai 781.000 yang diduga kuat hasil dari penjualan obat berbahaya tersebut.

"Terlapor berhasil kami amankan saat hendak melakukan transaksi pil Koplo",Ujar Kapolsek Kunir AKP. H. Khuzaini, SH., Jumat (8/2/2019).

Untuk mengembangkan hasil tangkapnnya, petugas langsung melakukan penggeledahan dirumah terlapor, dan ternyata dari hasil penggeledahan tersebut,  petugas juga menemukan Pil Koplo sejenis yang dibawa terlapor sebanyak total 400 butir.

"Setelah kami lakukan penggeledahan dirumah terlapor, kami juga menemukan Pil yang sama sebanyak total 400 butir yang terbagi menjadi empat bungkus",Tambahnya.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, IPDA Catur Budi Baskoro, mewakili Kasat Resnarkoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito, SH., dihari yang sama  membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang pemuda berinisial AG, yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Kunir Polres Lumajang.

"Kasusnya dalam penyidikan Polsek Kunir, tentunya masih terus dikembangkan",Paparnya.

Lanjutnya, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya terlapor beserta barang buktinya diamankan di Mapolsek Kunir Polres Lumajang.

"Dari hasil koordinasi dengan penyidik Polsek Kunir terlapor melanggar pasal 196 Sub. 197 UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang hukumannya maksimal 20 tahun",Pungkasnya. (bas).
Read more

MoU Polres Lumajang Dan Dindik Provinsi Jatim, Seleksi Bibit Unggul Calon Polisi

Penandatanganan MoU di gedung Mahameru Polda Jatim
Lumajang, Pojok Semeru
Untuk menyaring bibit generasi muda dalam penerimaan calon anggota Polri, Rabu (6/2/2019), Polres Lumajang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur serta Dinas Pemuda Dan Olah Raga (Dispora) Kab. Lumajang, melaksanakan Kesepakatan dan Perjanjian bersama Dalam Rangka Pembinaan Dan Pelatihan Siswa Berprestasi Penerimaan Calon Anggota Polri.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Gedung Mahameru Mapolda Jatim yang disaksikan bersama oleh seluruh Kapolres se wilayah hukum Polda Jatim dan  Dispora seluruh Jawa Timur.

Meski demikian Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., Kamis (7/2/2019) menjelaskan sejauh ini dalam tiap seminggu sekali, tepatnya setiap hari Sabtu kegiatan pembinaan juga diberikan kepada calon pendaftar anggota Polri tahun 2019.

"Pembinaan dan pelatihan setiap minggunya dilatih oleh Bag Sumda Polres Lumajang",Ujarnya.

Adapun yang menjadi tujuan MoU tersebut, Kapolres Lumajang menjelaskan sebagai penjaringan generasi muda sebagai bibit-bibit unggul yang akan dijadikan sebagai personil kepolisian.

"Untuk menyaring bibit unggul sebagai calon personil Polri",Tegasnya.

Lebih jauh, Kapolres Lumajang juga menjelaskan pelatihan dasar yang diberikan oleh Bag Sumda Polres Lumajang terhadap para calon pendaftar anggota Polri tahun 2019 ini meliputi dari pelatihan jasmani seperti lari 12 menit ,Push Up, Pull Up, Sit Up dan Shuttle Run yang dilaksanakan di alun alun Lumajang setiap hari Sabtu.

“kami memberikan bekal dasar bagi putra-putri dari kab Lumajang yang bemaksud mendaftarkan diri sebagai anggota polri tahun 2019. Untuk pelatihan tidak dipungut biaya sepeserpun dan bagi yang berminat silahkan mendaftar ke Bag Sumda Polres Lumajang",Punglasnya. (bas)
Read more

Target PAD Pasir 30 M, Wabup Berencana Maksimalkan Tarikan Pajak

Wakil Bupati saat memberikan penjelasan dalam diskusi publik (7/2)
Lumajang, Pojok Semeru
Dalam salah satu pembahasan di kegiatan diskusi publik membedah 5 bulan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Kamis (7/2/2019) yang dilaksanakan di pendopo arya wiraraja Kab. Lumajang, menjadi pembahasan yang menarik ketika Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, memberikan penjelasan terkait rencana besarnya untuk memaksimalkan penarikan anggaran Pajak Pasir, selain itu Wabup yang lebih akrab dengan sebutan Bunda Indah ini juga berencana menjalankan program dengan pemasangan CCTV ditiap portal keluar masuknya armada penambangan pasir.

"Pajak Pasir tahun sebelumnya hanya mencapai 9 Milyar, jika dibandingkan dengan biaya perbaikan kerusakan insfratruktur yang diakibatkan dengan aktifitas pertambangan, itu masih kurang banyak",Terangnya.

Lebih jauh, Bunda Indah juga berkomitmen selama kepemimpinannya sebagai pejabat politis di pemerintahan Kab Lumajang, pihaknya optimis bakal menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Pasir naik hingga 30 Milayar.

"Pajak pasir didaerah lain itu cukup tinggi, sementara di Kab Lumajang pajaknya paling rendah sementara kwalitas pasir di Kab. Lumajang sangat bagus",Tambahnya.

Dari pajak pasir yang selama ini diberlakukan dikab. Lumajang tiap Dum truck bermuatan pasir di hitung rata-rata 5 ton/kubikasi itu hanya sebesar Rp. 25.000, sementara Bunda Indah berencana bakal menaikkan pajak pasir yang ada dikab Lumajang sebesar Rp. 40.000.

"Kedepannya pajak pasir bakal kita naikkan menjadi Rp 40.000, agar PAD nya bisa maksimal",Terangnya.

Selain itu pemasangan CCTV ditiap portal juga sebagai kontrol keluar masuknya kendaraan bermuatan hasil tambang dapat diketahui, belum lagi pemasangan alat untuk mengetahui jumlah kubikasi pasir yang dimuat oleh kendaraan tambang.

"Nantinya kita pasang alat untuk mengetahui Panjang kali lebar kali tinggi, sehingga jumlah kubikasi pasir dapat diketahui secara detail",Harapnya.

Rencana kenaikan pajak pasir ini, tidak berlaku untuk konsumsi masyarakat Lumajang itu sendiri, artinya seperti yang disampaikan Wabup, pajak pasir digratiskan untuk penggunaannya jika diperuntukkan membangun rumah dan keperluan lain yang dibutuhkan masyarakat.

"Pajak Pasir kami gratiskan jika diperuntukkan kepentingan masyarakat atau konsumsi keperluan warga lumajang itu sendiri",Pungkasnya. (bas).
Read more

Bawa Shabu Warga Siluman "KEOK"

AF (30) warga desa Siluman yang berhasil diamankan petugas
Lumajang, Pojok Semeru
Instruksi Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH.,yang kerap dikumandangkan untuk terus memerangi Narkoba, nampaknya menjadikan semangat baru bagi Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang, untuk terus menggelandang para pelaku budak Narkoba kebalik jeruji besi penjara.

hal tersebut dibuktikan dengan penangkapan seorang pemuda berinisial AF (30) warga Dusun. Siluman Rt 004 Rw 010 Desa Bades Kec. Pasirian, Senin (4/2/2019) berhasil diamankan petugas saat melakukan perjalanan dari arah Kab. Malang menuju Kab. Lumajang tepatnya ditepi jalan masuk wilayah desa Supiturang, Kec. Pronojiwo, dari tangan terlapor petugas juga berhasil mengamankan serbuk Crystal dengan berat kotor yang mencapai total 1,19 Gram.

"Terlapor berhasil diamankan petugas, saat melakukan perjalanan dari arah Malang menuju Lumajang",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP. Priyo Purwandito, SH., melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang, IPDA. Catur Budi Baskoro, Selasa (5/2/2019).

Diduga kuat bahwa terlapor ini hendak mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Kab. Lumajang, beruntung aksinya yang melanggar hukum ini segera terendus oleh petugas jajaran Polres Lumajang, sehingga kasus melanggar hukum ini berhasil diungkap.

"Setelah dilakukan penggeledahan terhadap terlapor, petugas berhasil menemukan sejumlah Barang Bukti, yang diduga kuat adalah shabu dengan dua bungkus terpisah",Terangnya.

Usai penangkapan petugas, terlapor langsung diglandang ke Mapolres Lumajang guna dilakukan penyidikan mendalam.

"Untuk sementara terlapor dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika, tentunya dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun",Pungkasnya. (bas).
Read more

Polres Lumajang, Tingkatkan Keamanan Diperayaan Imlek 2019

Pengamanan Petugas Jajaran Polres Lumajang nampak bersiaga disalah satu Vihara
Lumajang, Pojok Semeru
Meskipun sepanjang sejarah kab. Lumajang cukup aman untuk kerusuhan yang didominasi oleh unsur SARA, namun Polres Lumajang tetap waspada dalam menjaga keamanan dihari-hari besar terlebih dihari besar keagamaan maupun tahun baru etnis tiong hoa semisal tahun baru imlek tahun 2019.

Nampak terlihat sejumlah petugas dari jajaran Polres Lumajang berseragam lengkap dengan persenjataannya, Senin (4/2/2019), nampak bersiaga dan melakukan sweeping disejumlah Vihara yang berada di Kab. Lumajang. adapun yang menjadi tujuan hal tersebut, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan, bahwa kegiatan pengamanan dan sweeping tersebut adalah wujud nyata pengamanan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

"Polri adalah institusi yang profesional, maka dari itu kami menjaga masyarakat tanpa pandang bulu",Ujarnya.

Lebih jauh pihaknya menjelaskan dalam Imlek tahun 2019 ini juga bersamaan dengan tahun politik, sehingga Kapolres tidak mau kecolongan dengan hal-hal yang mengandung unsur kerusuhan maupun kekacauan yang sengaja untuk membuat teror kepada masyarakat dengan memanfaatkan moment tertentu.

"Saya berharap kota kita ini terus dalam keadaan kondusif, mengingat tahun ini juga merupakan tahun politik",Paparnya.

Tentu saja sterilisasi yang dilakukan oleh jajaran Polres Lumajang sangat bermanfaat bagi warga tiong hoa untuk merayakan tahun baru imlek tahun ini dengan khidmad, semisal sterilisasi yang dilakukan di Vihara Sari Putra Maytrea yang beralamat di Jalan Sutoyo No 7 Lumajang, dengan sigap dan teliti dalam tiap sudut Vihara tak lepas dari pemeriksaan petugas.
tentu saja hal tersebut menjadikan pengasuh Vihara Panjita Yeni sangat berterima kasih kepada jajaran Polres Lumajang dalam melakukan strerilisasi tersebut.

"Kami sangat berterimakasih kepada Polres Lumajang yang membantu keamanan di vihara kami, dan kami akan terus bekerjasama dengan kepolisian untuk menjaga situasi kondusif selama kegiatan berlangsung",Pungkasnya. (bas).
Read more

Pengedar Pil Koplo, "Keok" Ditangan Jajaran Polres Lumajang

Terlapor HD (27) saat menunjukkan ratusan pil koplo yang disimpan dirumahnya. 
Lumajang, Pojok Semeru
Setelah berhasil menangkap mengamankan pemuda yang membawa Pil Koplo saat nongkrong diwarung kopi disekitaran desa Randuangung, namun kali ini pengembangan yang dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba melalui Unit Opsnal Sat Resnarkoba, Jumat (1/2/2019) berhasil meringkus seorang pemuda pengangguran berinisial HD (27) warga Rt. 003 Rw. 002 Desa Kutorenon Kec. Sukodono.

Untuk pengungkapan kasus kali ini  petugas berhasil mengamankan barang bukti ratusan butir pil warna putih berlogo Y, plastik klip berbendel-bendel, dan uang ratusan ribu rupiah yang juga patut diduga hasil dari penjualan obat farmasi illegal tersebut.

"Terlapor berhasil diamankan dirumahnya beserta barang bukti, pil warna putih berlogo Y sebanyak 801 butir, 9 bendel plastik klip yang masing-masing berisi 100 lembar, dan uang Rp 230.000",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito, SH., melalui Paur Sub Bag Humas Polres Lumajang, IPDA. Catur Budi Baskoro., Sabtu (2/2/2019).

Lanjutnya, Guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, terlapor beserta barang buktinya langsung dibawa ke Mapolres Lumajang.

"Penanganan kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan tentunya bakal terus dikembangkan",Tegasnya.

Sementara menurut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM., Pihaknya membenarkan akan penangkapan warga Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono dalam kasus kepemilikan pil koplo tersebut.

"Setelah kemarin Tim Cobra yang mengungkap kasus pencurian motor, hari ini giliran tim opsnal Satreskoba yang berhasil mengamankan pengedar pil koplo dengan wilayah pemasaranya adalah areal Lumajang. Sekali lagi saya tekankan, Polri sebagai penegak hukum tak kan sudi untuk berbagi dengan para pelaku tindak kejahatan."Pungkasnya. (bas).
Read more