Dishub "Impotent" Atasi Larangan Pembatasan Oprasional Kendaraan Barang Jelang Hari Raya

sebagian kecil kendaraan barang yang tetap beroprasi meski sudah ada larangan
Lumajang, Pojok Semeru
Sebagai tindak lanjut surat peraturan menteri perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 37 Tahun 2019 tentang Pengaturan lalu lintas pada masa angkutan lebaran tahun 2019, Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang melalui surat edaran nomor 094/697/427.56/2019 juga memberlakukan pembatasan oprasional bagi mobil angkutan barang, mulai hari ini jam 00.00 Wib, Kamis (30/5/2019) sampai jam 24.00 wib, Minggu (2/6/2019), dan kembali pembatasan tersebut diberlakukan kembali mulai Jam 00. 00 wib tanggal 8 Juni 2019 sampai tanggal 10 Juni 2019 pukul 24.00 wib.

Namun kenyataan itu seakan menjadi bualan belaka, pasalnya kendaraan barang tetap beropasional seperti hari-hari biasanya dihari pertama pembatasan larangan kendaraan barang beroprasi, pemandangan tersebut dapat dilihat disepanjang jalan raya Candipuro - Pasirian dan Tempeh Dumt Truk Pasir dengan bebas beroprasi seakan tidak pernah mengindahkan pembatasan kendaraan barang tersebut, bahkan truck trailer juga terlihat melintas membawa tumpukan sak semen.

Hal tersebut dikecam keras oleh warga kecamatan Pasirian Karminto (50) yang sempat ditemui sedang duduk didepan Kantor Desa Pasirian dipinggir jalan raya, pihaknya mengecam bahwa pemerintah seakan tidak bertanggung jawab atas surat edaran yang dikeluarkan, karenan tidak adanya petugas dari dishub maupun pihak Satlantas yang mengamankan untuk melakukan penjagaan.

"Buat apa bikin Surat edaran pembatasan angkutan barang, kalau tidak ada petugas yang melakukan penjagaan atau teguran kepada armada yang melanggar",Kecam Karminto, sembari menunjuk kearah Dumt Truk bermuatan pasir yang sedang melintas bebas dijalan raya, Kamis (30/5/2019).

Bukan hanya itu truk-truk bermuatan Tebu dan Kayu juga melintas dan beraktifitas seperti tidak mengetahui larangan tersebut, hal senada disampaikan oleh Cak So tukang becak yang biasa mangkal di traffic lights  Pasirian, dirinya mengatakan mulai pagi tadi kendaraan bermuatan pasir lalu lalang seakan tak pernah ada larangan.

"Mungkin para sopirnya tidak tahu ya kalau hari ini ada larangan bagi kendaraan barang lewat",Terangnya.

Sementara Arifi salah satu Kepala Seksi dinas perhubungan Kabupaten Lumajang yang dikonfirmasi Via Cellularnya mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan surat edaran pembatasan kendaraan barang untuk beraktifitas kepada para sopir dan para pengusaha tambang maupun armada untuk tidak beroprasi pada waktu-waktu tertentu yang sudah ditetapkan.

"Kami sudah mensosialisasikan kepada para sopir dan pengusaha armada untuk tidak beroprasi dulu",Terangnya.

Meski demikian, kendaraan yang masuk dalam kategori larangan untuk beroprasi pada waktu yang diberlakukan oleh surat edaran pembatasan tersebut, tetap saja beroprasi, Arifi mengatakan bakal memberikan sanksi dan teguran kepada sopir dan pengusaha armada yang tetap nekad beroprasi pada waktu pembatasan diberlakukan.

"Ya saat ini petugas kami masih beroprasi dijalan Gatot Subroto Lumajang, dan disiagakan di sejumlah pos pantau di wonorejo",Pungkasnya. (bas)
Read more

Keluarga "Budak" Shabu, Ibu Buron, Ayah Dan Anak Masuk Bui

Kiri : SNY (39), BD (22)
Lumajang, Pojok Semeru
Belum genap sebulan, Rabu (8/5/2019) pasca penangkapan pria berinisial SNY (39) warga Dusun. Laspoleng Rt. 07 Rw. 02 Desa Selokgondang Kecamatan. Sukodono, yang tertangkap tangan oleh Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang, karena melanggar hukum menyimpan dan mengedarkan Narkotika golongan 1 jenis Shabu seberat puluhan gram. Lalu, Minggu (26/5/2019) Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang kembali menangkap pemuda berinisial BD (22) warga Dusun Kramad Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, yang juga dengan sengaja melanggar hukum menyimpan dan mengedarkan Narkotika golongan satu jenis shabu, dari tangan BD petugas berhasil mengamankan serbuk kristal warna putih yang diduga kuat adalah shabu seberat 2,77 gram.

Setelah dilakukan penyidikan mendalam oleh petugas, ternyata SNY tersangka yang tertangkap beberapa minggu lebih awal adalah ayah kandung dari terlapor BD, fakta ini terus dikembangkan oleh petugas untuk melakukan penyelidikan kepada Istri SNY yang juga sekaligus ibu dari BD, namun sayang mengetahui Suami dan anaknya tertangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang melanggar  hukum, wanita tersebut kabur untuk mengamankan dirinya.

"Semoga dengan tertangkapnya 2 orang anggota keluarga ini dapat membuat jera Si ibu yang saat ini masih Buron, dan agar segera menyerahkan diri ke Mapolres Lumajang”, Ujar Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., Senin (27/5/2019).

Lanjutnya, Kapolres tidak akan kendor dalam memerangi Narkoba yang ada diwilayah hukum Polres Lumajang, Pihaknya menegaskan bakal terus memberantas peredaran narkotika meskipun di bulan ramadhan.

"Saya lebih tega melihat pelaku merayakan hari raya di balik jeruji besi, ketimbang harus merusak ribuan generasi bangsa yang salah dalam penggunaan narkoba",Tegasnya.

Sementara ditempat terpisah, Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito SH., yang memimpin langsung penangkapan tersebut, mengatakan pelaku melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009. tentang Narkotika

"Ancaman pelaku dipenjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah",Tambahnya.

Selain itu, masih menurutnya, terlapor BD, dalam pengungkapan dan penyidikan petugas telah terbukti melanggar hukum dengan mengedarkan dan juga menggunakan barang haram tersebut, sehingga pasal yang dikenakan cukup berat.

"Karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika," Pungkasnya.(bas).
Read more

Kapolres Lumajang Tidak Segan Tangkap Penyebar Berita HOAX

Kapolres Lumajang saat diwawancarai wartawan
Lumajang, Pojok Semeru,
Pasca kerusuhan 21-22 Mei 2019 disejumlah daerah terlebih di Jakarta, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH., Kamis (23/5/2019), menegaskan kepada seluruh masyarakat terlebih yang berada di Kabupaten Lumajang agar tidak mudah terprofokasi oleh issu-issu HOAX melalui sejumlah media sosial yang bersifat menyesatkan, sehingga menjadikan keresahan dikalangan masyarakat itu sendiri.

"Masyarakat Lumajang jangan sampai mudah terprovokasi oleh info HOAX yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang memang dengan sengaja ingin kekacauan itu terjadi",Ujar Kapolres sesaat sebelum Patroli bersama jajaran Makodim 0821 Lumajang, Kamis (23/5/2019).

Bukan hanya himbauan saja yang diutarakan Kapolres lulusan Akpol 1998 ini, pihaknya juga bakal melakukan penangkapan terhadap siapa saja yang dengan sengaja membuat atau menyebarkan info HOAX sehingga mengakibatkan keresahan ditengah masyarakat.

"Tentu saja akan kami amankan, jika info HOAX tersebut meresahkan masyarakat, dan kasus semacam ini sudah terjadi didaerah-daerah lain",Tegasnya.

Selain itu sesuai instruksi Kapolri, pasca pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura, pihaknya bakal terus berpatroli keliling ke Polsek-Polsek guna memastikan bahwa situasi yang telah terjadi di sampang tidak terjadi di kabupaten Lumajang.

"Kita akan terus bergerak, Patroli ke Polsek - Polsek guna melakukan pantauan agar kejadian yang di sampang madura tidak terjadi di Lumajang",Pungkasnya. (bas).
Read more

Polsek Pronojiwo Siaga 1 Pasca Pengumuman KPU, Baksos Demi Kemanusiaan

Kapolsek Pronojiwo saat menyiagakan anggotanya
Lumajang, Pojok Semeru
Gelar apel pagi Polsek Pronojiwo, yang dilaksanakan dipelataran Mapolsek, Selasa (21/5/2019) nampaknya ada yang berbeda dengan gelar apel pagi dihari-hari biasanya, Kapolsek Pronojiwo, IPTU Basuki Rachmad, SH., memberikan arahan kepada seluruh jajarannya, baik anggota polisi maupun sipil yang berdinas di Mapolsek Pronojiwo.

Selain berkomitmen menjaga Bhabinkamtibmas diwilayah hukum Polsek Pronojiwo, Kapolsek juga menegaskan kepada seluruh anggotanya untuk saling kompak dan selalu berkoordinasi jika ditemukan persoalan komplek dilapangan terlebih saat menjalankan tugas.

"Memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah tugas kita",Jelasnya.
Kapolsek Pronojiwo saat berbagi sembako dan selimut

Masih menurut Kapolsek, dibulan suci ramadhan seluruh anggotanya agar tetap semangat menjalankan rukun islam yang ketiga bagi yang beragama muslim.
pada intinya apel pagi kali ini adalah intruksi dari pimpinan polri terhadap antisipasi pergerakan massa pada tanggal 22 Mei meskipun sehari sebelumnya KPU sudah mengumumkan pemenang Pilpres.

"Ini adalah bentuk siaga satu instruksi dari pimpinan, untuk menangkal pergerakan masa, dengan melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang berencana memberangkatkan pergerakan massa tersebut",Tegasnya.

Bukan hanya itu saja, Kapolsek Pronojiwo juga melakukan bhakti sosial dengan berbagi sembako kepada kaum fakir miskin disekitaran Pronojiwo serta memberikan santunan bagi anak-anak yatim, kemudian acara dilanjutkan dengan sahur bersama dengan mengundang seluruh jajaran Forkopimca, Tokoh Masyarakat dan awak media.

"Ini hanya bentuk sosial kepedulian kami untuk saling berbagi kepada sesama".Pungkasnya. (bas)
Read more

Penyebaran Virus HIV di Lumajang Meningkat

Plt Kepala Dinkes Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius. 
Lumajang, Pojok Semeru
Terkait kabar dugaan meninggalnya sejumlah pasien pengidap virus HIV atau AIDS dalam dua Minggu terakhir yang meninggal dunia di RS Bhayangkara dan disusul seminggu kemudian dengan pasien yang dirawat inap di RSUD dr Haryoto Lumajang, tentu saja hal tersebut cukup menjadikan masyarakat Lumajang resah.

Belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak rumah sakit, demikian juga dari dinas kesehatan Lumajang, melalui pesan Wattshap Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, menegaskan bahwa rumah sakit tidak berkewajiban memberikan data atas kematian kasus AIDS.

"Tidak harus wajib lapor untuk kasus aids yang meninggal pak...kami tidak  ada data",Tegasnya. Minggu (19/5/2019).

Diakui lebih jauh, dari data yang ada dan disesuaikan dengan hasil survey di sejumlah tempat prostitusi, semisal Sumbersuko, Bebekan Desa Kabuaran Kecamatan Kunir, Dan Asem Telu Desa Jarit Kecamatan Candipuro, dr Bayu mengatakan ada peningkatan sekitar 33% PSK terindikasi HIV positif, sementara pengunjung tempat PSK mangkal cukup tinggi.

"Selama ada aktivitas yang beresiko tinggi terhadap penularan virus HIV akan ada ancaman peningkatan penderita dengan HIV AIDS",Tegasnya.

Sementara itu upaya pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Bupati telah berkomitmen untuk menutup tempat maksiat atau tempat mangkalnya para PSK, selanjutnya hal tersebut ditindak lanjuti oleh OPD melalui Satpol PP untuk kerap melakukan razia dan menutup tempat-tempat prostitusi.

"Kami dari Dinkes dan UPT Puskesmas selalu melakukan penyuluhan terkait pencegahan dan pengendalian virus HIV AIDS, termasuk bagi petugas kesehatan itu sendiri", Terang dr Bayu.

Kepedulian Pemkab Lumajang terhadap pengidap HIV dan Odha, sejauh ini sudah menyiapkan sarana, prasarana dan tenaga medis, serta obat-obatan terkait anti Reto Viral (ARV) di RSUD dr Haryoto.

"Dan mulai tahun ini kita kembangkan ke Puskesmas Tempeh, bukan hanya itu saja pemantauan pasien di Puskesmas juga bakal diberlakukan, semua tes HIV diberlakukan kepada semuanya termasuk ibu hamil, karena dengan demikian dapat diketahui sejak dini",Pungkasnya. (bas).
Read more

Serap Aspirasi, Polres Lumajang Adakan Sahur Bareng Abang Becak

Suasana saat sahur bareng Kapolres dan Tukang Becak
Lumajang, Pojok Semeru.
Siapa yang tak kenal dengan Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, SH. SIK. MM. MH., selain energik berani dan tegas, pria lulusan Akpol tahun 1998 ini juga kerap membaur bersama masyarakat dalam berbagai hal terlebih dalam urusan sosial.

Hal tersebut dibuktikan oleh beliau, dengan mengundang seluruh tukang becak yang biasa mangkal di jalan Veteran, Minggu (19/5/2019) Kapolres juga tak segan makan sahur bersama dengan puluhan tukang becak di halaman Wisma Kapolres Lumajang.

"Kegiatan sosial semacam ini, sangat bermanfaat untuk menyerap aspirasi dari masyarakat khususnya abang becak",Ujar Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, SH. SIK. MM. MH., Minggu (19/5).
Kapolres saat berinteraksi dengan tukang becak dalam acara sahur bareng

Disampaikan bahwa tukang becak yang ada, mengeluhkan nasibnya, yang terkadang tidak dapat penumpang hingga selama 3 hari, itu dikarenakan, masih menurutnya, banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan sendiri semisal sepeda motor, dan belum lagi warga juga sangat mudah mengakses ojek online.

"Mereka lebih mengeluhkan orderan yang sepi, hal ini pengaruh karena hampir tiap rumah sudah memiliki motor, dan adanya ojek daring",Ucap Kapolres menirukan keluhan tukang becak.

Namun meski demikian, Kapolres juga bakal bersikap bijak dalam melakukan serap aspirasi dengan tukang becak, karena diakui, bahwa pihaknya bakal terus melakukan serap aspirasi dengan golongan masyarakat yang mana saja, karena dengan banyaknya aspirasi masyarakat yang tertampung, maka akan semakin besar pula solusi yang akan diberikan.

"Kami menyerap informasi sebanyak-banyaknya, tidak bisa langsung reaktif di setiap aspirasi masyarakat, karena banyak hal yang periu di olah agar tidak merugian satu sama lainnya",Tegasnya.

Dalam giat sahur bersama tukang becak yang dilaksanakan di pelataran wisma Kapolres, nampak hadir Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP. I Gede Putu Atmagiri, SH., meskipun dirinya beragama non muslim, namun sangat menghormati dan menjunjung tinggi peradaban kegiatan keagamaan orang lain.

"Meskipun saya non muslim, tetapi saya ikut dalam kegiatan ini. Selain memang tugas saya sebagai pengayom masyakat, ini juga bentuk wujud toleransi dalam beragama serta rasa kemanusiaan dalam berbagi kepada sesama",Pungkasnya. (bas).

Read more

Tambahan Pos Pantau Arus Mudik, Antisipasi Kemacetan

Kasat Lantas Pokres Lumajang saat diwawancarai sejumlah wartawan (15/5)
Lumajang, Pojok Semeru
Antisipasi membludaknya kendaraan arus mudik karena keberadaan Tol Surabaya - Probolinggo memungkinkan volume kendaraan yang masuk jalur Lumajang Banyuwangi dan Lumajang Malang Jalur Selatan mengalami peningkatan, sebagai bentuk antisipasi Satlantas Polres Lumajang yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Satpol PP, Dinkes, dan Bag Ops Polres Lumajang bakal bersiaga disejumlah Pos PAM, Pantau, dan Pelayanan dibeberapa jalur yang rawan kemacetan.

"Sesuai Instruksi pimpinan kami juga bakal membuat Pos tambahan dibanding tahun lalu dua Pos Pam dan satu Pos Pelayanan dan satu lagi pos pantau",Ujar Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atmagiri, SH., Rabu (15/5/2019).

Terlebih ansipasi dijalur pasar tumpah Ranuyoso, sejumlah personil bakal disiagakan secara bergiliran selama 24 jam, tentu saja ini bentuk kepedulian dari pemerintah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang melakukan mudik.

"Nantinya kami siagakan personil kami yang disiagakan selama 24 jam penuh",Tambahnya.

Untuk pemetaan sejumlah Pos yang sengaja untuk melakukan pemantauan arus Mudik Lebaran tahun 2019, Kasat Lantas juga sudah menyiapkan jalan-jalan alternatif atau melakukan rekayasa lalu lintas jika dimungkinkan harus dilakukan karena kemacetan total.

"Sudah kami siapkan jalur-jalur alternatif jika kemacetan terjadi",Tambahnya.

Lebih jauh pihaknya mengatakan penyiagaan personil bakal ditugaskan mulai H - 7 hingga H + 7, tentu saja harapnya situasi dan kondisi saat arus mudik sudah berlangsung segala kemacetan dapat diminimalisir dengan baik.

"Ya kami berharap semua permasalahan dijalan tentunya saat arus mudik maupun arus balik dapat teratasi dengan baik",Pungkasnya. (bas).
Read more

Satresnarkoba Polres Lumajang "Panen" Tangkapan.

DN (25), RS (26),dan MN (26)
Lumajang, Pojok Semeru. 
Pemberantasan Narkoba dan Obat keras berbahaya (Okerbaya) oleh jajaran Satresnarkoba Polres Lumajang nampaknya sudah tidak ada kompromi lagi, hal tersebut dibuktikan oleh penangkapan sederetan pelaku bandar shabu dan pengedar Pil Koplo, yang dilakukan dalam sehari. Rabu, (8/5/2019).

Siang hari Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil menyikat seorang bandar Shabu dirumahnya didusun Laspoleng Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono dengan barang bukti (Barbuk) Puluhan gram serbuk kristal putih yang diduga kuat adalah Shabu-Shabu, kemudian malam harinya sekitar pukul 20.30 wib, kembali tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang menangkap pemuda berinisial DN (26) warga Dusun. Krajan RT. 11 RW. 02 Desa Kedungjajang Kecamatan. Kedungjajang, Di dalam warung kopi 'LAMBE' yang berada di Jalan. Gajah Mada, Kelurahan. Tompokersan Kecamatan. Lumajang, pasalnya, terlapor DN dengan sengaja melanggar hukum mengedarkan kesediaan farmasi yang masuk dalam daftar G atau istilah lain Pil Koplo.

"Terlapor pengedar Pil Koplo berhasil kami amankan sesaat setelah menjual barang haram tersebut disalah satu warkop dalam kota Lumajang", Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito, SH, melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang, IPDA Catur Budi Baskoro, Jumat (10/5/2019).

Dari tangan DN, petugas berhasil mengamankan Barbuk 5 butir pil putih berlogo "Y", uang rupiah sebesar 15.000 yang diduga hasil penjualan pil Koplo, dan Handphone beserta SIM Card nya yang diduga kuat sebagai alat komunikasi untuk memperlancar bisnis haram tersebut.

"Setelah terbukti, terlapor beserta sejumlah barbuknya langsung dibawa ke Mapolres Lumajang guna penyidikan dan juga sekaligus pengembangan kasus tersebut",Jelasnya.

Benar juga dari hasil pengembangannya, kembali tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang, langsung menyergap terlapor berinisial RS (25) warga Jalan. Kyai Ghozali Gang II / 17 RT. 03 RW. 03 Kelurahan. Rogotrunan, Kecamatan. Lumajang, di TKP depan mini market di Jalan. Kolonel Suwandi, Kelurahan. Tompokersan Kecamatan. Lumajang, penangkapan RS selisih sekitar 2,5 jam setelah penyergapan terlapor DN.

"Setelah dipancing keluar, ternyata benar, terlapor datang ke TKP bertujuan untuk menjual Pil Koplo",Tambahnya.

Dari tangan terlapor RS, petugas berhasil menyita uang hasil penjualan pil Koplo tersebut sebesar Rp 20.000, tidak puas sampai disitu, penyidik Satresnarkoba kembali melakukan pengembangan hingga pada Kamis (10/5/2019) pukul 00.30 wib, Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mengamankan terlapor berinisial MN (26) dirumahnya yang beralamat di Jalan. Cut Muti'ah RT. 03 RW. 05, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang.

"Terlapor selanjutnya juga berhasil kami amankan dirumahnya",Tambahnya.

Dirumah terlapor MN, petugas langsung melakukan penggeledahan dan ternyata 56 butir pil putih berlogo "Y" juga ditemukan serta uang tunai sebesar Rp 60.000 yang diduga kuat dari hasil penjualannya juga turut diamankan sebagai barbuk, akibat perbuatannya ketiga terlapor DN, RS, dan MN ditetapkan tersangka dan melanggar pasal 197 Sub. 196 UURI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukuman pidana untuk ketiganya penjara paling lama 15 tahun dan Pidana denda sebanyak Rp. 1 milliar  500 juta",Pungkasnya. (bas)
Read more

Simpan Puluhan Gram Shabu, Pemuda Laspoleng Diglandang Sat Resnarkoba

Lumajang, Pojok Semeru
Tidak mau wilayah hukum Polres Lumajang ada peredaran Narkotika jenis Shabu, Rabu (8/5/2019), Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil melakukan penangkapan terhadap terlapor berinisial NRY (25) dirumahnya yang beralamat di Dusun. Laspoleng Rt. 07 Rw. 02 Desa Selokgondang Kecamatan. Sukodono, tentu saja bukan hal mudah untuk melakukan penangkapan terhadap terlapor yang cukup licin dan gesit.

"Kami sudah melakukan pemantauan beberapa minggu terakhir",Ujar Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito, SH., melalui Paur Sub Bag Humas Polres Lumajang, IPDA. Catur Budi Baskoro,SH., Kamis (9/5/2019).

Tidak ada perlawanan yang berarti saat petugas melakukan penangkapan dirumah terlapor, terlebih saat ditemukan sejumlah barang bukti (barbuk) puluhan gram serbuk kristal yang diduga kuat adalah Shabu, selain itu sejumlah alat mediasi yang digunakan untuk penggunaan barang haram tersebut.

"Barbuk yang diduga shabu seberat 16,78 gram, dan sejumlah alat hisap shabu berhasil diamankan dirumah terlapor",Tambahnya.

Masih menurutnya, Guna melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, petugas langsung melakukan penyidikan mendalam terhadap terlapor.

"Terlapor dan sejumlah barbuk yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolres Lumajang",Lanjutnya.

Akibat perbuatnya yang nekat melanggar hukum, tentu saja terlapor dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Sub. 112 ayat 2 Jo. 127 ayat 1 huruf a UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman pidana kurungan penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda Rp. 10 milyard",Pungkasnya. (bas).
Read more

Demo Mahasiswa, Pemilu Tak Semahal Perdamaian

saat aksi demo mahasiswa berlangsung
Lumajang, Pojok Semeru
Terkait maraknya berita HOAX dan informasi yang mengandung unsur profokatif pasca Pemilu 2019, khususnya Pilpres disejumlah media sosial, Kamis (2/5/2019), Puluhan mahasiswa BEM STIE Widyagama Lumajang menggelar aksi demonstrasi didepan kantor Bupati Lumajang.

Para pendemo meminta kepada pemerintah Kabupaten Lumajang untuk segera mengambil sikap agar issu terkait kecurangan KPU yang sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang diduga bertujuan untuk perpecahan kesatuan bangsa dan negara segera bisa dinetralisir.

Koordinator BEM STIE Widyagama Lumajang, Muhammad Rizqy, menegaskan agar pemkab Lumajang untuk secepatnya mengambil Langkah kongkrit agar membuat konten resmi untuk perdamaian.

"Pemkab Lumajang harus membuat konten resmi untuk perdamaian yang secepatnya diupload dan dishare dimedsos",Tegasnya.
Wakil Bupati Lumajang saat menandatangani pernyataan sikap dari pendemo

Pendemo juga meminta pernyataan sikap dari pemkab lumajang agar bisa mengendalikan para tim sukses atau para pendukung calon Pilpres 01 (Jokowi-Amin) maupun 02 (Prabowo-Sandiaga) agar bisa mengendalikan diri sebelum KPU pusat meresmikan hasil Real Count tanggal 22 Mei mendatang, adapun pernyataan sikap yang dituntut para pendemo adalah
Mempercayakan kepada KPU hasil Real Count, Peran aktif semua pihak agar tidak membuat issu HOAX, agar segala bentuk kecurangan segera ditindak tanpa harus membuat keserahan di masyarakat, Menghargai Cuiq Count dari lembaga survey yang sudah terakreditasi ataupun Real Count dari KPU, Para pendukung paslon tidak saling memprofokasi, dan para elit politik beserta tim sukses untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

"Harus ada sikap agar para tim sukses bisa saling menahan diri",Harapnya.

Dalam aksi demo para mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Agus Wicaksono, S. Sos., Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH., dan sebagian jajaran Forkopimda, diawal sambutannya Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Lumajang sepakat untuk tidak ada pertengkaran pasca pemilu 2019.

"Tidak ada pertengkaran, pemilu sudah selesai, Kerja politik adalah kerja politik tidak boleh dicampur dengan pelayanan",Tegas Wabup.

Selain itu Wabup juga menegaskan siapaun Presiden yang terpilih nantinya tetap harus dihormati sebagai pemimpin dinegeri ini, sehingga pihaknya menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk menghormati Undang - Undang.

"Hormati Undang - Undang yang ada dinegeri ini, jangan dengarkan isu-isu profokatif",Tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Agus Wichaksono, pihaknya mengatakan apapun hasil dari pemilu 2019, kerukunan dan perdamaian adalah kunci utama dari Demokrasi

"Semangat inilah yang harus bersama - sama kita jaga khususnya menjaga dalam Perdamaian dan keutuhan bangsa dan negara ini", Tegasnya.

Selain itu Ketua DPRD Lumajang, juga memberikan contoh, meskipun dalam Pilkada 2018, dan dalam Pemilu 2019 beda dukungan dengan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, namun pihaknya tetap mendukung program kerja Kabupaten Lumajang itu sendiri.

"Meskipun kami beda dukungan tapi kami tetap profesional dalam bekerja, pengajuan APBD tahun ini, senilai 2 Trilyun lebih sudah kami setujui dengan tuntas",Jlentrehnya.

Sedang Kapolres Lumajang sangat mendukung aksi para mahasiswa yang dinilai sebagai mesin pendingin dalam pemilu 2019.

"Kami sangat mengapresiasi para mahasiswa yang bisa menjadi mesin pendingin dalam panasnya pesta demokrasi",Pungkasnya.

Diakhir penyampaian aspirasi para Mahasiswa meminta komitmet kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk bisa mengendalikan masa pendukung Capres 01 dan 02 untuk bersama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena para mahasiswa menilai Pemilu Tak Semahal Perdamaian.(bas).
Read more