Mutasi Kapolsek Jajaran Polres Lumajang, Bersifat Promosi

Kapolres Lumajang saat memimpin sertijab dijajaran Polres Lumajang
Lumajang, Pojok Semeru, 
Mutasi ditubuh jajaran Polres Lumajang, yang dilaksanakan dipelataran Mapolres Lumajang, Senin (24/6/2019), Dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH., pihaknya mengatakan bahwa semuanya mutasi bersifat promosi.

Selain itu Kapolres juga menegaskan kepada Kapolsek yang masuk dalam mutasi maupun yang tidak, untuk fokus kepada sejumlah program yang sudah digulirkan.

"Untuk para kapolsek saya minta fokus kepada program yang saya gulirkan",Ujarnya.

Lanjut Kapolres, dirinya juga menjelaskan agar Kapolsek beserta jajarannya bisa lebih fokus pada 3 faktor yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat, diantaranya adalah permasalahan Begal, Pencurian Sapi, dan Konflik Horizontal Tambang Pasir.

"Untuk mengatasi pencurian sapi ada 3 lapis keamanan yang setiap lapisnya harus di sosialisasikn terus ke masyarakat yaitu masalah program rantai sapi, program garasi ternak dan program satgas keamanan desa. khusus untuk satgas keamanan desa, saya minta kapolsek intens melakukan pembinaan. lakukan kontak setiap hari, buat group WA bersama, lakukan patroli setiap hari bersama. arahkan semua program polsek kepada meningkatan kapasitas satgas keamanan desa",Pungkasnya.

Dalam mutasi kali ini Kapolsek Tempeh, AKP Budi Setyono, SH., diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasatlantas Polres Bondowoso, sedangkan jabatan lamanya diisi oleh AKP. Dodik Sumarno, SH., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Klakah, dan Kapolsek Klakah dijabat oleh Kapolsek Jatiroto, AKP. Sidik, SH.,dan Kapolsek Jatiroto diisi oleh AKP. Bambang Supeno, SH., mantan Kapolsek Sukodono, sementara Kapolsek Sukodono dijabat oleh AKP Sutiyo, SH., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Ranuyoso, dan Kapolsek Ranuyoso langsung dijabat oleh Kanitreskrim Polsek Ranuyoso itu sendiri IPTU Ari Hartono, SH.,

Sementara Kapolsek Sumbersuko AKP Edi Santoso, SH.,  bergeser menjabat Kasubbag Sarpras Bagsumda Polres Lumajang, dan jabatan lamanya diisi oleh AKP. Zainul Arifin, SH., yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pasirian, dan Kapolsek Pasirian dijabat oleh mantan Kapolsek Tempursari, IPTU Agus Sugiharto, SH., dan kekosongan Kapolsek Tempursari diisi oleh IPTU Hariyanto, yang sebelumnya menjabat Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Lumajang. (bas).
Read more

Membunuh Demi Bebaskan Istri Yang Menjadi Jaminan Hutang

Korban pembunuhan saat diotopsi
Lumajang, Pojok Semeru,
Dimungkinkan merindukan Istri tercinta yang sudah 6 bulan dijaminkan hutang piutang senilai Rp 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta), HR (43) warga Dusun Gambang, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, nekat merencanakan pembunuhan kepada No orang yang diduga menerima gadai istri HR, namun sayang, HR salah sasaran, ternyata yang dibunuh adalah masih famili No yang bernama Muhammad Hola, (34) Warga Dusun Argomulyo, Dusun Sombo, Kecamatan Gucialit.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Gucialit IPTU Rudi Isyanto, Rabu (12/6/2019), pembunuhan berencana tersebut salah sasaran.

"Yang dibunuh itu bukan orang yang dimaksud oleh pelaku, karena TKP pembunuhan dijalan desa Dusun Argomulyo Desa Sombo, dalam kondisi gelap tidak ada penerangan jalan",Ujarnya.

Pelaku HR ingin menghapuskan hutang sebesar 250 juta, dan ingin mengambil kembali istrinya yang sebelumnya digadaikan kepada calon korban (No) sebagai jaminan hutang, namun salah sasaran ternyata yang dibunuh orang lain, dan kejadian pembunuhan tersebut terjadi Selasa (11/6/2019) sekitar jam 19.30 Wib, di Jalan desa dusun Argomulyo Desa Sombo Kecamatam Gucialit, saat itu Muhammd Hola (Alm) bersama Kolik warga dusun Sombo sedang berada dijalan desa yang sepi dan tidak ada penerangan lampu jalan untuk mencari sepatu anak dari Kolik yang terjatuh dijalan,  bersamaan dengan itu datang pelaku dan langsung mengayungkan clurit yang ditujukan kepada korban yang diduga adalah No.

"Pembunuhan ini jelas sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku",Tambahnya.

Akibat pembacokan yang dilakukan oleh pelaku HR, korban langsung meninggal dunia di TKP, HR membacok punggung korbannya hingga memutuskan beberapa tulang rusuk, tulang punggung dan melukai paru-paru sebelah kanan. setelah melakukan pembacokan terhadap korbannya, pelaku langsung kabur dan menyerahkan diri kepada Kepala Desa Jengrong Kecamatan. Ranuyoso, dan kemudian oleh kades diteruskan ke Satreskrim Polres Lumajang.

"Akibat perbuatannya, pelaku Tindak pidana pembunuhan berencana ini diancam pidana penjara 20 tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP",Pungkasnya. (bas).
Read more

Menepis Isu Masuk TNI dan Polri Harus Bayar Mahal, Bimbel Pasirian Menjawab Dengan Semangat dan Kesederhanaan

anak didik bimbel pasirian saat latihan fisik
Lumajang, Pojok Semeru
Kepedulian Aditya Gito (51) warga Dusun Bulak winong, Desa Pasirian, terhadap generasi bangsa yang secara ekonomi minus, namun berkeinginan meraih mimpi untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara menjadi anggota TNI ataupun anggota Polri. pihaknya bersedia menampung pemuda pemudi tersebut untuk memberikan bimbingan belajar (bimbel) secara suka rela.

"Anak-anak berlatih sendiri secara fisik dan juga psikotes, dengan harapan ketika ada kesempatan untuk mendaftarkan diri diperekrutan TNI dan Polri, anak-anak dapat lolos seleksi secara jujur, karena kemampuannya bukan karena uangnya",Ujar Aditya, Senin (10/6/2019).
saat mengerjakan soal psikotes

Disinggung soal Psikotes yang dipelajari oleh Bimbel Pasirian dibawah binaannya, Aditya tidak segan sounding kepada teman dan saudaranya yang berdinas di TNI ataupun Polri, selain itu pihaknya juga kerap dan rutin melakukan browsing soal - soal Psikotes diinternet.

"Bertanya kepada teman dan saudara, dan juga browsing di internet",Tandasnya.

Diakui bahwa anak-anak didik yang mengikuti bimbel, rata-rata anak yang minus secara ekonomi keluarga, namun pihaknya tidak mau mematahkan semangat dari generasi bangsa untuk meraih cita-citanya menjadi TNI dan Polri, selain itu pihaknya juga menepis bahwa untuk menjadi anggota TNI dan Polri tidak harus membayar dengan uang yang banyak.

"Anak - anak didik yang mengikuti bimbel, bukan dari keluarga yang berduit, ada pesuruh sekolah, ada yang anaknya janda miskin, dan masih banyak lagi, asal ada kemauan dan niat yang bersungguh-sungguh insyaallah ada saja jalan untuk meraih sukses",Terangnya.
Ahmad Musyafak dengan bangga foto bersama ibu kandungnya Suciasih (63) 

Diakui, Sudah banyak anak didik bimbel dibawah pembinaan Aditya yang sudah lolos mendaftar menjadi aparatur negara, semisal Yoga Hermawan (20) warga Dusun Krajan Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, anak pertama dari dua bersaudara yang sejak SMP ikut neneknya karena kedua orang tuanya berpisah, saat ini sudah dinyatakan lolos dan diterima menjadi anggota TNI dan masih pendidikan, diceritakan kisah hidupnya setelah lulus SMA dirinya menjadi pesuruh di SMA tempatnya mencari ilmu yaitu di SMAN Tempeh, disela waktu senggang dirinya juga mengikuti bimbel dirumah Aditya.

"99% soal psikotes yang diberikan Om Adit, keluar semua, dan Alhamdulillah saya saat ini sudah pendidikan",Ucapnya.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh Ahamad Musyafak (20) warga Dusun Krajan Barat Desa Nguter Kecamatan Pasirian, pihaknya mengaku mengikuti Bimbel hanya 4 bulan dan saat mendengar ada info pendaftaran penerimaan anggota TNI, dirinya pun bertekat untuk mendaftarkan diri bahkan saat pengurusan administrasinya dirinya tidak punya uang.

"Alhamdulillah saya disumbang om adit saat pengurusan administrasi, karena saat itu saya tidak punya uang sama sekali", Akunya.

Ahamd Musyafak kesehariannya tinggal bersama ibu kandungnya Suciasih (63), semenjak ayahnya meninggal Suciasih membanting tulang menjadi pembantu rumah tangga untuk menopang kehidupan anak-anaknya.

"Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan dan om Adit, yang selalu memberikan semangat hingga saya diterima dijajaran TNI meskipun saat ini masih pendidikan, dan kepada adik-adik bimbel terus semangat dan optimis ya, sukses itu bukan dari uang tapi dari semangat dan berdoa",Pungkasnya. (bas).
Read more