Pelantikan Presiden RI, DPC PDI Perjuangan Dan Lanusa Bersama Untuk Indonesia Maju

Acara tasyakuran dikantor DPC PDI P Lumajang
Lumajang, Pojok Semeru
Bertepatan dengan pelantikan Presiden Jokowi Widodo dan Wakil Presiden KH. Makruf Amin, di Jakarta, Minggu (20/10/2019), DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, juga mengadakan acara tasyakuran dan doa bersama dikantor DPC Dijalan Sukarno Hatta Kecamatan Sukodono.

Tampak hadir seluruh pengurus harian DPC , PAC, dan seluruh ranting serta lembaga parsipan relawan semisal Laskar Nusantara juga hadir membaur dalam acara tasyakuran tersebut.

Dalam kata sambutannya Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, H. Solikin SH., mengatakan kemenangan Joko Widodo dan KH. Makruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden bukanlah kemenangan Partai pengusung dan para relawan, melainkan ini bentuk kemenangan Demokrasi dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Kemenangan Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilu adalah kemenangan kita bersama, yaitu kemenangan seluruh rakyat Indonesia",Ujarnya, Minggu (20/10/2019).

Selain itu, Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang ini juga menceritakan keberhasilan Presiden Joko Widodo selama memimpin negeri ini pada periode sebelumnya, kebijakannya yang lebih condong terhadap kesejahteraan rakyat dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat luas.

"Dana Desa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dipelosok negeri",Terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua LSM Laskar Nusantara (Lanusa) Kabupaten Lumajang Decky Agung Setyobudi, SE., perjuangan untuk membangun sumberdaya manusia dan peningkatan ekonomi serta kearifan lokal masih panjang, sehingga dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama membangun bangsa dan negara ini dengan semangat yang tinggi.

"Kemenangan ini bukanlah kemenangan sepihak dan golongan, perjuangan bangsa ini masih panjang, satukan semangat dan tekad untuk indonesia lebih maju lagi",Pungkasnya. (bas).
Read more

Warga Pertanyakan Peruntukan ADD dan DD Sentul

Kantor Desa Sentul Kecamatan Purwodadi
Pasuruan, Pojok Semeru,
Warga desa Sentul Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan kecewa
Kepada pemerintahan Desa terkait pengelolaan Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat baik Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), Hal ini diungkapkan oleh warga Desa Sentul yang enggan nama dan identitasnya dimediakan sebut saja berinisial SL (40).

Menurutnya Transparansi pengelolaan keuangan dana desa wajib dilakukan guna memastikan bahwa desa dapat memenuhi prinsip akuntabilitas, Secara spesifik informasi publik, yang selama ini diatur dalam UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP). Dan desa menjadi salah satu institusi pemerintahan publik yang turut menjadi aktor dalam UU KIP tersebut.

Kucurangan dana desa yang diberikan pemerintah pusat diduga banyak dimanfaatkan oleh para oknum kepala desa untuk menimbun harta pribadi. Pasalnya, tidak sedikit kades yang berani untuk tidak transparan dalam mengelola dana tersebut.

"Tak sedikit kades yang tidak pernah mengajak warga bermusyawarah dalam mengelola dana tersebut. Jangankan ngajak warga, perangkat desanya sendiri tak diajak lagi musyawarah. Ini terjadi di salah satu desa, dan mungkin desa-desa lain ada juga yang begitu," jelas SL  (40) kepada awak Media, Senin (14/10/2019).

Pria itu mengungkapkan bahwa perwakilan dari masyarakat, kepala Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) yang justru sama sekali tidak tahu menahu berapa besaran dana desa yang diterima desa tersebut.

"Jangankan nominal (dana desa) secara total, berapa besaran pencairan tahap pertama juga yang bersangkutan  malah tidak tahu menahu. Saya tahu, karena saya bertanya, tapi yang bersangkutan tidak bisa jawab karena tidak tahu menahu sama sekali, karena sama sekali tidak diajak Kadesnya musyawarah," tuturnya.

Belajar dari kabar-kabar seperti ini, ia berharap setiap kades dapat transparan mengelola dan membelanjakan dana desa. Sebab, jika tidak transparan, bukan tidak mungkin kelak Kades dapat tersandung masalah hukum. Jika Dalam penggunaannya ada pebyelewengan yang tidak sesuai peruntukannya.

" Mengacu pada UU no 6 tahun 2014 tentang desa yang tertuang pada pasal 68, masyarakat bisa meminta dan mendapatkan informasi dari pemerintah desa serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Pengaturan hak dan kewajiban masyarakat desa ini, telah memperkuat peran masyarakat desa sebagai subjek pembangunan diwilayahnya sendiri, pengaturan in membuka peran aktif masyarakat desa dalam pembangunan diwilayah" tutupnya.

Sementara itu Kades Sentul Kecamatan Purwodadi Sugiyanto yang sebelumnya sempat dikonfirmasi, menganggap permasalahan tersebut dengan enteng, pasalnya Ia berpendapat hal tersebut sudah biasa terlebih masa mendekati Pilkades.

"Itu biasa mas, terlebih mau Pilkades seperti ini, pasti rifal politik pilkades sudah cari kesalahan pemerintahan desa yang lama",Pungkasnya. (Aa).
Read more

Merasa Dirugikan, Warga Dua Desa Pakuniran, Blokade Akses Jalan Tambang

Aksi warga dua desa saat blokade akses jalan tambang
Probolinggo, Pojok Semeru
Merasa dirugikan dengan aktifitas tambang galian bukan logam pasir dan batuan di sungai Pancar Glagas, Ratusan dua warga Desa Pakuniran dan Desa Patemon Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jumat (4/10/2019), menutup akses jalan desa yang menjadi keluar masuk armada bermuatan hasil tambang tersebut.

Muhri salah seorang warga desa Pakuniran yang juga ikut menolak adanya aktifitas tambang tersebut mengatakan, warga dua desa merasa tidak diuntungkan, selain jalanan bertambah rusak debu dan kebisingan kendaraan armada bermuatan tambang yang setiap harinya berlalu lalang juga sangat mengganggu aktifitas warga, bukan itu saja, warga juga merasa dibohongi oleh pihak pengelola tambang karena janji pengelola tambang tidak bakal melakukan aktifitas tambangnya dengan menggunakan alat berat semisal Beckhoe.

"Dulu janjinya tidak menambang pakai alat berat, tapi kenyataannya tidak begitu, sehingga kami sebagai warga lokal sangat dirugikan",Ujar Muhri.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Patemon, Muhamad, yang saat itu juga tampak hadir dikerumunan warga yang sedang melakukan aksi penutupan akses jalan tambang, Pihaknya hanya menuruti apa yang menjadi keinginan Warganya untuk meluapkan aspirasinya, lanjutnya, penolakan adanya tambang tersebut dikarenakan pihak pengelola tambang yang menggunakan alat berat, sehingga warga yang biasanya mencari pasir dengan cara manual sudah tidak bisa beraktifitas lagi, karena dengan adanya beckhoe tenaga manual warga tidak dibutuhkan lagi.

"Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dan keluhannya selama ini, karena dengan adanya pertambangan tersebut yang menggunakan beckhoe, masyarakat disekitar tambang sudah tidak bisa diberdayakan",Tukasnya.

Sementara itu menurut Kapolsek Pakuniran, IPTU Habi Sutoko, pihaknya bakal terus melakukan mediasi antara pihak pengelola tambang dan warga yang merasa dirugikan, tentunya, lanjut Kapolsek, pihaknya berharap agar segera ditemukan titik temu sebagai solusi agar konflik ini segera berakhir.

“Kami terus berupaya untuk melakukan mediasi agar kedua belah pihak sama-sama tidak saling dirugikan",Pungkasnya. (A).

Read more

Polresta dan Polres Probolinggo "Serbu" Makodim 0820, Sehari Sebelum HUT TNI

Keharmonisan TNI Polri saat Perayaan HUT TNI Ke 74 Tahun di Makodim 0820/Probolinggo
Probolinggo, Pojok Semeru
Jajaran Kepolisian Resort Kota dan Kabupaten Probolinggo,Jumat (4/10/2019) secara tiba-tiba mendatangi Markas Kodim 0820/Probolinggo. Para personel polisi itu membawa nasi tumpeng, dengan tujuan memberikan kejutan di HUT TNI Ke-74 tahun yang sebenarnya jatuh pada tanggal 5 Oktober.

Kejutan ini ternyata bukan hanya nasi tumpeng, tapi seluruh anggota Makodim 0820/Probolinggo dihari jadinya mendapatkan hadiah pelayanan gratis perpanjangan SIM, dan tentu saja secara simbolis Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto SH.,S.I.K., memberikan hadiah tersebut kepada perwakilan dari Anggota Kodim 0820/Probolinggo.

Kapolres Kota Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto SH.,S.I.K. disela acara mengatakan, kejutan tersebut adalah sebagai wujud keakraban dan keharmonisan Polri dan TNI.

"Kita berikan kejutan untuk Pak Dandim dan Jajarannya. Kami atas nama keluarga besar Polres Probolinggo dan jajaran mengucapkan selamat Ulang Tahun TNI Ke-74, semoga di usianya yang Ke-74 semakin profesional, tetap jaya, dalam kedaulatan NKRI dan menjadi kebanggaan rakyat",ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Ambaryadi Wijaya,S.IK.,S.H.,M.H juga menjelaskan bahwa momentum peringatan HUT TNI ke-74 ini  kedepan akan semakin menjaga kekompakan antara TNI dan POLRI.

Surprise Polres Kota dan Kabupaten termasuk lebih awal dari HUT TNI yang jatuh esok hari, Sabtu (5/10/2019), dikarenakan pada hari Sabtunya atau hari yang bertepatan dengan HUT TNI tersebut, Dandim 0820/Probolinggo mengikuti upacara bendera di Kodam V/Brawijaya.

"Pak Dandim besok ke Surabaya, mengikuti upacara HUT TNI di Kodam V/Brawijaya jadi kejutannya saya laksanakan hari ini,"kata Kapolresta Probolinggo.

Sementara itu Dandim 0820 Probolinggo Letkol Infantri Imam Wibowo yang tidak mengetahui kejutan dari Polres Kota dan Probolinggo mengaku kaget. Pasalnya pagi masih dalam perjalanan dari kediamannya ke Makodim 0820/Probolinggo.

"Begitu masuk ke Makodim, buka pintu mobil saya kaget ada rombongan Pak Kapolres beserta jajarannya",ungkap Letkol Inf Imam Wibowo.

Pihak Kodim 0820/Probolinggo melalui Dandim, mengucapkan terimakasih banyak kepada Kapolresta dan Kapolres Probolingo beserta jajarannya semoga keakraban dan keharmonisan TNI dan POLRI  tetap terjaga selamanya. (A).
Read more

Pengelolaan Limbah Medis B3 Puskesmas Lekok Sudah Optimal

Kepala Puskesmas Lekok saat menunjukkan pemanfaatan limbah B3
Pasuruan, Pojok Semeru
Agar limbah medis serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari Puskesmas Lekok tidak di salah gunakan,Kepala Puskesmas Lekok dr Saiful Anam melakukan pengawasan ketat.Bahkan untuk pemusnahan limbah medis tersebut,Puskesmas Lekok bekerjasama dengan pihak ketiga.

Kepala Puskesmas Lekok dr.Saiful Anam kepada mengatakan kepada Media ini, Rabu (2/10/2019). Disela-sela kekosongannya, pihaknya melakukan pengawasan terhadap limbah medis agar tidak disalahgunakan hingga membahayakan masyarakat.Apalagi beberapa kasus yang sudah terjadi yang jelas merugikan masyarakat seperti vaksi palsu.

Menurut Saiful Anam,untuk menanggani limbah medis,Puskesmas Lekok menjalin kerjasama dengan pihak ketiga.Pihak ketiga ditunjuk karena mempunyai kewenangan dalam pemusnahan limbah medis.

"Kalau untuk penangganan dan pemusnahan kita bekerjasama dengan pihak ketiga.Tapi kita tetap awasi,"katanya sambil menambahkan,limbah medis sendiri,dibedakan menjadi dua jenis,yakni limbah padat dan limbah cair.
Untuk penangganan limgbah cair juga,lanjut Saiful Anam,pihaknya Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).

"Kalau untuk limbah cair,kita sudah punya IPAL.Allhamdulillah IPAL tersebut masih berjalan dan cukup efektif,"katanya.(A/had).
Read more

Puskesmas Lekok Ciptakan Kampung Sehat Berbasis PHBS

Kepala Puskesmas Lekok dr.H.Saiful Anam
Pasuruan, Pojok Semeru,
Dukung Kabupaten Pasuruan sehat,Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lekok membuat Inovasi Kampung Sehat Berbasis Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dilingkungan Desa.Rabu (2/10/2019).

Kepala Puskesmas Lekok dr.H.Saiful Anam,menyampaikan,Kampung Sehat Berbasis PHBS adalah kampung yang memiliki sumber daya alam dan kemampuan dalam mencegah dan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri.Tujuannya,memberikan pemahaman terutama kepada pasien dan keluarga yang berkunjung terkait pentingnya menjaga prilaku hidup bersih dan sehat.

"Sesuai Program Bupati dan Dinas Kesehatan yaitu Kabupaten Pasuruan sehat,maka Puskesmas Lekok membuat inovasi kampung sehat di tiap desa yang ada di Kecamatan Lekok. Kami berupaya menyukseskan program PHBS.Penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui posyandu disetiap desa,"ujar Saiful Anam.

Ia menambahkan,dasar penerapan Kampung Sehat Berbasis PHBS yakni kampung atau RW dilingkungan yang memiliki Posyandu membantu mensosialisasikan progran PHBS kesetiap angngota posyandu.

"Tujuan Kampung Sehat yakni menciptakan masyarakat mandiri untuk hidup sehat melalui kampung sehat berbasis PHBS,"pungkasnya.(A/had).
Read more

Unjuk Prestasi Ungkap Ops Semeru 2019, Polres Pasuruan Ranking 5 Besar

Kapolres Pasuruan Pamer Hasil Tangkapan Ops Sikat Semeru 2019
Pasuruan, Pojok Semeru.
Konferensi Pers operasi sikat semeru 2019, Polres Pasuruan, Selasa (1/19/2019), digelar di pelataran Mapolres Pasuruan, acara ini di pimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK, SH, MH.,

Dalam acara tersebut Kapolres menunjukkan sejumlah Barang Bukti dari hasil pengungkapan kejahatan selama Ops Sikat Semeru 2019 berlangsung, diantaranya adalah 10 unit sepeda motor, 1 unit sepeda gunung, 1 bilah pisau, beberapa pakain, dan 6 unit Handphone beserta kardus pembungkusnya.

Pengungkapan kali ini Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus tindak pidana sebanyak172 kasus, dengan mengamankan 60 tersangka, di antaranya Tindak Pidana Curas sebanyak 23 kasus dengan mengamankan 10 tersangka, tindak Pidana Curat sebanyak 107 dengan mengamankan 40 tersangka, Tindak Pidana curanmor sebanyak 31 kasus dengan mengamankan 8 tersangka, Tindak Pidana pemerasan sebanyak 2 kasus dengan mengamankan 1 tersangka, dan penyalahgunaan sajam sebanyak 1 kasus dengan mengamankan 1 tersangka.

Untuk perangkingan hasil Ops Sikat Semeru 2019 jajaran Polda Jawa Timur, Polres Pasuruan mendapatkan peringkat ke-3 sebagai Polres dengan Pengungkapan kasus terbanyak dan meraih peringkat ke-5 sebagai Polres dengan pengungkapan TO (Target Operasi) terbanyak.

Saat beraudience dengan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK, SH, MH, beliau menyampaikan “dalam acara ini terlihat jelas bahwasanya masih banyak tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan di karenakan kurang waspadanya korban tindak pidana.”

“saya berharap agar masyarakat harus bisa menjadi Polisi untuk dirinya sendiri baik di intern pribadi ataupun di lingkungan agar bisa menekan peningkatan tindak pidana di wilayah hukum Polres Pasuruan.”Pungkasnya.(A/car)
Read more

Pelukis Cilik Berprestasi Harumkan SD MI Nurul Huda

Umar Sakirin Kasek SD MI Nurul Huda dan Muhammad Fahri seniman lukis cilik
Pasuruan, Pojok Semeru,
Muhamad Fahri (12),siswa Klas IV MI Nurul Huda Desa Winongan Kecamatan Winongan, telah membuat karya memukau seribu wajah, selain kaya ekspresi dan kaya warna, hasil ketrampilan seni lukisnya juga membuat siapa saja ingin melihat lukisan indah tersebut.

Muhammad Fahri mulai dikenal dikalangan seniman lukis sebagai pelukis cilik berbakat, setelah hasil lukisannya menyabet juara II se Kabupaten Pasuruan, yang mana sebelumnya juga menyabet juara I di tingkat Kecamatan.

"Alhamdulillah siswa kita banyak berpotensi dibidang seni lukis.Juara 1Tingkat Kecamatan beberapa waktu lalu juga juara 2 se Kabupaten Pasuruan 2019,"Terang, Umar Sakirin, Kepala Sekolah MI Nurul Huda, Selasa (1/10/2019).

Goresan halus cat akrilik dengan aksen yang indah menghasilkan karya yang bagus dan sangat hidup, dan hasil karya seni lukis tersebut terpasang didinding sekolah beserta pialanya, diutarakan pula oleh Umar Sakirin, siswa kelas lV ini menekuni seni lukis sejak kecil dan ketrampilannya dalam mendalami seni lukis semakin hari semakin kreatif saat duduk dibangku sekolah MI Nurul Huda Kabupaten Pasuruan.

"Semua hasil karya anak-anak tertempel didinding sekolah, dan ini juga menjadi motifasi siswa siswi yang lain, agar lebih berprestasi, dan berkarakter,  dan itu menjadi tugas kami untuk memberikan bekal pendidikan penguatan karakter anak untuk mendukung program Gerakan Nasional revolusi mental",Tandasnya.

Sementara diakui oleh Muhamad Fahri pelukis cilik MI Nurul Huda, pihaknya merasa termotifasi untuk terus berlatih dan mengasah kemampuannya dalam berkreasi didunia seni lukis, semenjak dirinya terpilih untuk mengikuti lomba-lomba Lukis.

"Semenjak dipilih untuk ikut lomba, saya jadi suka melukis, Apalagi menggambar motif-motifnya, saya akan terus mengasah skill saya untuk lebih hebat lagi",Pungkasnya. (A/had).
Read more

Polsek Purwosari "Bekuk" Perampok Dari CCTV

TSK saat diamankan petugas
Pasuruan, Pojok Semeru
Unit Polsek Purwosari tidak hentinya dalam ungkap kasus,sejumlah kriminalitas di wilayah hukum Polsek Purwosari dibawah pimpinan Kapolsek AKP.Made Suardana dan Kanit Reskrim Aiptu Hariyanto.

Mengungkap pelaku pencurian dengan pemberatan didalam 
PT. Randoe Tata Cemerlang Purwosari yang terletak di pinggir Jl. Raya Pasuruan-Malang termasuk Dusun Karangasem Desa Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

Pelaku adalah Adi Wiryo (32)swasta,Alamat Jalan Lapangan Desa Pakijangan Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan.
Warga Pakijangan,Kecamatan Wonorejo,Kabupaten Pasuruan ini menjadi buronan setelah melakukan pencurian 3 dinamo seharga 59 juta,ditempatnya bekerja.

"Terungkapnya dilakukan pengecekan CCTV oleh satpam PT Randoe Tata Cemerlang Purwosari,diketahui jika dinamo tersebut dicuri oleh dua tersangka yaitu Adi Wiryo dan rekannya berinisial Z (30),yang kini menjadi DPO,"kata Kanit Reskrim Polsek Purwosari,Aiptu Hariyanto,Rabu (24/9/2019).

Adapun barang bukti ,3 (tiga) buah mesin dinamo (jenis : motor 3 phase 22 KW - untuk drum culler, motor 3 phase 11 KW - untuk cutting, dan motor 3 phase 11 KW - untuk mesin bricket), (dua) keping rekaman CCTV kejadian pencurian, sebagaimana dimaksud dalam penetapan persetujuan penyitaan nomor 825/Pen.Pid/2018/PN Bil yang diterbitkan Pengadilan Negeri Bangil pada tanggal 31 Oktober 2018.

Selanjutnya pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwosari, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 59.000.000,-.

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan meringkuk disel Polsek Purwosari dengan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(A/had).
Read more

Gebyar Acara Selamatan Desa Tejowangi dimeriahkan oleh orkes Om ADELLA

Gebyar selamatan desa Tejowangi
Pasuruan, Pojok Semeru.
Sebagai bentuk memperingati tahun baru  Islam, 1 Muharram dan hari jadi Kabupaten Pasuruan ke 10990 Desa Tejowangi menggelar selamatan Desa dan bersih desa pada Minggu (22/9/2019).Acara tersebut di gelar di lapangan Desa Tejowangi Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.

Acara di awali dengan karnaval ,selamatan Desa dan bersih Desa dibuka langsung oleh kepala Desa Tejowangi Yasin danAcara tersebut di ikuti lima Dusun
Yaitu ,Dusun Kemirahan,Dusun Sumber tejo,Dusun Njuri,Dusun Kebon  duren,Dusun Kebon Wangen,
dan dilanjut malam harinya hiburan rakyat dan di meriahkan "Om Adella"di lapangan Tejowangi.

Turut hadiri juga Anggota DPRD Rudi Hartono dari Fraksi PKB, DPRD Karim dari Fraksi PKB,camat, Kepala Desa Tejowangi, Kapolsek Purwosari ,Danramill Purwosari,Satpol PP,Tokoh Agama,Tokoh Msyrakat dan Warga Masyarakat Tejowangi.

di sela sela acara Rudi Hartono anggota DPRD Kabupaten Pasuruan mengatakan acara selamatan desa dan bersih desa ini di selenggarakan setiap tahunnya untuk mempererat silturahmi antar warga ,khususnya Masyarakat Tejowangi,dan juga mempertaankan budaya adat istiadat menjunjung budaya Jawa.

"Pertama saya ucapkan terimksih banyak kepada masyrakat warga Tejowangi,mari kita mwmperat tali silaturahmi dan menjaga budaya adat istiadat yang sudah ada seperti acara ini.semoga acara ini selesai dengan tertib,aman dan lancar",ungkapnya.

Malam harinya acara selmetan Desa di akhiri dengan penutupan Doa oleh Tokoh agama setempat dan acara acara tersebut berjalan dengan aman dan lancar. ( a/car )
Read more

Nyaru Petugas PDAM, Perampok Babak Belur Di massa

Pelaku saat diamankan Petugas dari amuk masa
Pasuruan, Pojok Semeru.
Seorang pria berbadan tegap dimassa saat melakukan percobaan perampokan di salah satu rumah,yang berada di perumahan Pesona Candi 7 Blok CE,Kelurahan Bakalan,Kecamatan Bugulkidul,Kota Pasuruan.Kamis (26/9/2019).

Pelaku yang diketahui berinisial ER (27),warga imam bonjol,Kelurahan Bugul Lor,Kecamatan Panggung Rejo,Kota Pasuruan datang kerumah korban yang  berada dikomplek tersebut berpura- pura sebagai petugas PDAM.

Pelaku mengetok pagar kerumah korban sementara rumah yang menjadi sasaran dikontrak oleh Kantor Koperasi PNM dan oleh korban yang bernama Tari Diah (23), salah satu karyawan di koperasi tersebut, ditanyakan keperluan pelaku.

"Saat ditanya dia (Pelaku) mengaku sebagai petugas PDAM, dan berdalih akan mengecek meteran PDAM,"kata Tari.

Pelaku selanjutnya meminta kertas pembayaran PDAM ke korban dengan alasan untuk menulis nomor pembayaran PDAM, pada saat korban mengambil kertas kedalam yang ada diruangan ,tiba-tiba pelaku langsung membekap korban dari belakang dengan tangan kanannya dan dikiri tangan kirinya pelaku membawa senjata tajam sejenis clurit.

Dengan keadaan itu, korban berusaha berontak dan menyikut pelaku sehingga bekapan pelaku terlepas,korban langsung lari kedepan rumah kantornya untuk meminta pertolongan.

"Spontan saya sikut, dan saya langsung lari keluar untuk minta tolong",Terangnya.

Keadaan ini membuat pelaku kebingungan yang berada didalam ruangan kantor, sehingga pelaku berusaha kabur dari kantor namun sudah dihadang massa diluar kantor karena mendengar teriakan korban. Sehingga pelaku menjadi bulan-bulanan warga, Beruntung anggota kepolisian yang datang tepat waktu, sehingga pelaku bisa diamankan dari amukan massa.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto, membenarkan atas kejadian tersebut, guna melengkapi penyidikan, Korban, pelaku, dan beberapa saksi serta bukti sebilah celurit yang digunakan pelaku untuk mengancam calon korbannya dibawa ke Mapolsek Bugul Kidul.

"Untuk prosesnya pelaku dan korban dibawa kepolsek Bugul Kidul untuk dilakukan pemeriksaan,"Pungkasnya. (A/car).
Read more

Resmob Suropati "Glandang" Pembobol SDN Ngabar

EF (29) bersama Barbuk saat diamankan petugas
Pasuruan, Pojok Semeru.
Team Resmob Suropati bersama Reskrim Polsek Kraton, Minggu (23/9/2019), berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan Pemberatan, pelaku yang berinisial EF (29) warga Dusun Ngabar Rt.05 Rw.03 Desa Ngabar Kecamatan. Kraton ini berhasil diamankan petugas setalah melakukan pencurian di dalam ruang guru SDN Ngabar Kecamatan kraton pada pekan lalu.

Akibat aksi nekad pelaku, pihak sekolah mengalami kerugian total Rp 7.300.000,- (tujuh juta tiga ratus ribu rupiah), adapun saat itu EF beraksi tidak sendiri, EF saat melancarkan aksi jahatnya dibantu oleh rekannya yang sudah ditetapkan sebagai DPO, dan petugas sudah mengantongi identitasnya, EF yang saat itu berperan sebagai eksekutor langsung masuk dengan memanjat pagar tembok belakang SD dan langsung masuk ruang guru melalui jendela yang sebelumnya jendela tersebut dicongkel menggunakan linggis yang sudah dipersiapkan.

"Pelaku masuk lewat jendela yang sedang terkunci, namun pelaku mencongkelnya dengan linggis yang sudah dipersiapkan oleh pelaku",Ujar Kasubbag humas Polres Pasuruan Kota, Endy Purwanto, Selasa (25/9/2019).

Setelah EF berhasil masuk dalam ruang guru, tersangka dengan leluasa menjarah barang - barang berharga dalam ruangan tersebut, karena saat itu kondisi sekolah sedang libur hari Minggu, diantaranya 1 (satu) printer merek Epson type L 360, 1 (satu) unit printer merek Brother type HL 1100, 1 (satu) unit merek Canon, 1 (satu) unit monitor LCD merek inforce, 1 (satu) unit TV 14 inci, 3 (Tiga) buah taplak meja dan sebuah charger.

"Barang-barang yang berhasil disikat dikumpulkan dan dibungkus dengan 3 (tiga) taplak meja motif bunga, kemudian tersangka langsung menaruh barang hasil curian di lahan jagung belakang SD Ngabar",Lanjutnya.

Lebih jauh, Endy Purwanto, menjelaskan modus pencurian EF berdasarkan penyidikan petugas, setelah barang hasil curian tersebut disembunyikan diladang jagung, EF langsung menghubungi rekannya yang saat ini masih DPO untuk dijemput.

"Kemudian Tersangka bersama rekannya yang sudah dihubungi langsung menuju kerumah Tersangka, dan menyimpan barang hasil jarahannya dikamarnya",Paparnya.

Setelah itu, EF meminta tolong kepada rekannya lain yang berinisial OC (30) warga Desa Paserpan untuk menjualkan barang hasil curiannya tersebut, berdasarkan nota yang ada barang-barang tersebut laku seharga Rp. 1.050.000 (satu juta lima puluh ribu rupiah), dan rekan EF yang menjemput EF dari TKP pencurian mendapat upah sebesar Rp. 400.000 (Empat ratus ribu rupiah).

"Tersangka dan Sejumlah barang bukti yang berhasil disita langsung diamankan  Mapolres guna penyidikan lebih lanjut",Pungkasnya. (A/had ).
Read more

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Untuk Warga Bijak Tertib Pajak

Sigit Bodro Soetjahjo, PDPP Samsat Lumajang
Lumajang, Pojok Semeru
Setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program bebas pajak untuk bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan bebas sanksi administrasi bagi pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) yang terlambat, Unit Pelaksana Tekhnis Pengelola Pendapatan Daerah Jatim Kabupaten Lumajang melalui Sigit Bodro Soetjahjo, Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Samsat Lumajang, mengatakan Program pemutihan ini akan berlangsung mulai 23 September sampai 14 Desember 2019. Ada insentif bebas pajak bagi pemohon BBNKB dan bebas sanksi administrasi bagi pembayar PKB selama program ini berlangsung.

"Bebas pajak BBNKB ini hanya berlaku bagi pemilik kendaraan bermotor tangan kedua dan seterusnya",Jelasnya, Minggu (22/9/2019).

Untuk memaksimalkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor dan BBNKB tersebut, Sigit Bodro, terus mensosialisasikan agar masyarakat khususnya masyarakat Lumajang bisa memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Melalui program pemutihan pajak kendaraan bermotor dan BBNKB ini, kami terus mensoasialisasikan kepada masyarakat melalui media massa, penyebaran brosur dan pemasangan spaduk ditiap kecamatan diseluruh kabupaten Lumajang",Tandasnya.

Diharapkan, Lanjut Sigit Bodro, pihaknya melalui samsat Lumajang dapat turut serta mensukseskan target dari Bapenda Jatim yang pada tahun ini pada 2019, merealisasi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor ini mencapai 106 persen atau lebih dari Rp 15 triliun.

"Target dari Dispenda Jatim harus terpenuhi, maka dari itu kami melalui UPTB Lumajang berkomitmen untuk mengajak seluruh masyarakat Lumajang tertib bayar pajak, terlebih bisa memanfaatkan program pemutihan ini",Pungkasnya. (bas).
Read more

BPN Serahkan 967 Sertifikat PTSL Kepada Warga Desa Purwodadi

Pembagian Sertifikat PTSL Desa Purwodadi
Pasuruan, Pojok Semeru.
Sedikitnya 967 sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sitematis Lengkap (PTSL), Kamis (19/9/2019) dibagikan kepada warga Dusun Jatisari Desa Purwodadi dari 1068 bidang tanah yang diusulkan oles Desa Purwodadi.

Penyerahan Seryifikat tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Purwodadi oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan, Petrus Khudmas, dengan disaksikan oleh Camat Purwodadi Drs.Wardoyo,Kepala Desa Purwodadu Mulyono dan Kapolsek Purwodadi AKP.Sumarno SH,di dampingi Babinsa Purwodadi dan beberapa petugas BPN (Badan Pertahanan Nasional) Kabupaten Pasuruan,dan Perangkat Desa serta warga penerima sertifikat.

Camat Purwodadi Wardoyo menyatakan, dengan diterimanya sertifikat hak atas tanah tersebut akan banyak memberikan manfaat, menghindari adanya sengketa yang mungkin terjadi antar warga.

"Selain itu juga menguntungkan secara ekonomi, khususnya bagi warga pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan modal bagi pengembangan usahanya dengan menjadikan sertifikat itu sebagai anggunan pinjaman ke lembaga pembiyayaan modal usaha,"tutur Camat Purwodadi.

Menurut Kepala BPN Kabupaten Pasuruan Petrus Khudmas, percepatan sertifikat sebanyak 967 ini merupakan intruksi dari Presiden Ir Joko Widodo, dengan itu dukungan pemerintah dan masyarakat antusias sehingga kantor BPN Kabupaten Pasuruan menjalankan program ini.

"Melalui PTSL, pembuatan sertifikat sekarang tidak satupun dikenakan biaya PNPB. Artinya masyarakat tidak dikenakan biaya pengukuran, biaya panitia, dan biaya pendaftaran. Masyarakat cukup hanya menyediakan data dan menunjukan lokasi tanahnya. Aparat Desa dan kantor BPN yang melakukan pengukuran dan pengumpulan yuridis sampai terbit sertifikat",kata Petrus.

Sementara itu Kepala Desa Purwodadi Mulyono menyambut baik dan mengapresiasi BPN Kabupaten Pasuruan dengan Program PTSL membantu masyarakat dan agar memiliki legalitas aset tanah.

"Pemerintah Desa dan Warga mengucapkan terimaksih kepada panitia yang sudah bekerja keras dalam menyelesaikan pemberkasan para peserta dan masyarakat Desa Purwodadi yang sudah antusias dalam ikut program PTSL",Pungkasnya. (A/carnul).
Read more

Pelaku Pencuri Motor 19 Kali Di Tembus Tima Panas

TSK saat diamankan
Pasuruan Kota, Pojok Semeru.
Tim Resmob Suropati Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota berhasil ungkap kasus pelaku pencurian dengan pemberatan (curanmor)
Berdasarkan
LP/11/VI/2018/Respaskota/Sek Rejoso, tgl 22 Juni 2018

Tersangka yang berhasil di amankan :
AINUR ROFIK, 19 tahun warga dusun Sumbersuko Desa Plososari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan.

Kejadian pada hari Jum'at tgl 22 Juni 2018 sekira jam 14.30 wib di halaman sebuah rumah yang terletak di Dusun Ngopak Desa Arjosari Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan pencurian 1 unit sepeda motor Honda Vario 150 CC warna putih tahun 2016 Nopol: N 3320 SK yang dilakukan oleh Basori dan Ainur Rofiq dengan cara menggunakan kunci T namun ketika melancarkan aksinya pelaku dipergoki oleh korban sehingga Basori berhasil ditangkap oleh warga sedangkan Ainur Rofiq berhasil kabur.

Pada hari Kamis tgl 19 Sep 2019 sekira jam 16.30 wib di depan pasar Trewung tim Resmob Suropati berhasil menangkap Ainur Rofiq ketika sedang berhenti mengendarai sepeda motor mengetahui hal tersebut tim Resmob Suropati lagsung berusaha melakukan penangkapan namun tersangka Ainur Rofiq  melakukan perlawanan terhadap petugas karena membahayakan tim Resmob Suropati melakukan penindakan tegas terukur dengan menembak kaki kanan sebanyak 1 kali selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan luka untuk selanjutnya dibawa ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas antara lain
1 unit sepeda motor Honda CBR warna hitam kombinasi merah dengan Nopol terpasang : N 6238 TBU dan sebuah helm merk INK warna merah serta 1 buah jaket bomber warna abu abu,
saat dimintai keterangan Ainur Rofiq mengakui pernah melakukan pencurian kendaraan bermotor di beberapa daerah.

Menurut Endy Purwanto selaku kasubbag humas Polres Pasuruan Kota bahwa dari hasil Interogasi unit Reskrim Ainur Rofik mengakui 19 kali melakukan pencurian selain di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, juga di wilayah hukum Polres Sidoarjo kurang lebih 10 kali, sedangkan penadahnya yang berinisial U sampai saat ini dalam DPO.Katanya (A/car)
Read more